Rabu Pagi, Batam Hujan Lebat, Sampahpun Hanyut, Jadilah Banjir





WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Beberapa hari sebelum lebaran Idul Fitri 1437 Hijirah, ratusan pekerja kebersihan berdemo dan minta tunjangan hari raya (THR) ke Walikota Batam Muhammad Rudi. Aksi itu mendapat perhatian walikota, namun jawaban untuk THR tidak langsung bisa diberikan, karena tidak ada pos anggaran untuk THR para pekerja kebersihan.

Bicara kecewa tentu. Apakah ada dampak dari kekecewan para pekerja ini, jelas ada. Dan, terbukti, sampah sampah di seluruh perumahan dan lokasi pembuangan sampah dipinggir jalan di Batam, menumpuk sampah. Bau tidak sedap, menghiasi suasana lebaran Idul Fitri di Kota Batam mulai dari lebaran hari pertama hingga lebaran hari ke 7 saat ini.

Cerita dan keluhan warga se Batam yang berujung kritikan kepada pimpinan Pemko Batam terus bernyanyi di layanan media sosial. Mulai dari mempublikasi foto-foto penumpukan sampah melalui Facebook, layanan WhatApp dan instagram.

Ujung-ujungnya, pada hari pertama kerja pegawai negeri di Pemko Batam, Walikota Batam, Rudi mengungkapkan masalah sampah ini membuat dirinya jadi sorotan dan bahan olok olokan masyarakat.

Sadar akan kondisi ini, pemerintah melalui pihak kebersihan bekerja mengambil sampah-sampah di sejumlah tempat namun, pasti belum maksimal. Dan, pada hari pertama bekerja, Walikota mengumpulkan para pekerja kebersihan di Kantor Walikota Batam.

Dan, ditengah tumpukan sampah yang belum terangkut, berkah hujan deras melanda Kota Batam, mulai Rabu (13/7/2016) pagi hingga siang hari. Hujan deras yang disertai angin kencang otomatis menimbulkan genangan air hingga setinggi 20 sentimeter. Jalan-jalan raya tergenang air alias banjir. Terlihat selokan tempat air mengalir tidak mampu menampung banyaknya air.

Beberapa warga yang cemas dengan hujan dan genangan air ini harus keluar rumah, dan memerika saluran air. Ternyata, selokan ada penyempitan karena sampah-sampah yang belum tersangkut, dan hanyut di selokan yang mengakibatkan banjir.

Pendapat jangan buah sampah ke selokan, nanti akibatkan banjir terbukti. Bedanya, jika warga telah tertib buang dan kumpulkan sampah di depan rumah, tapi belum terangkut, dan ketika hujan deras akibatkan genangan air membawa sampah.

Semoga, kejadian sampah tidak terangkut dan menghiasi lebaran Idul Fitri 2016, tidak terulang di tahun mendatang. Sama dimaklumi, THR memang bukan kewajiban bagi semua orang, namun karena sudah menjadi tradisi di Indonesia, setiap manusia “wajib” mendapat THR.

Oleh itu, pemerintah kota melalui dinas terakit yang sudah berpengalaman selama ini, harus cepat mengantisipasi, terutama penyesuaian pos anggaran untuk bapak dan ibu yang bekerja sebagai petugas kebersihan. (dedy swd)



PKP DREAMLAND
FANINDO
DEWAN PERS WARTAKEPRI

PEMPROV KEPRI
PEMKO BATAM
PEMKAB ANAMBAS
DPRD ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD
WIRARAJA