Warga Baloi Tolak Pendataan PT Alfinky Multi yang Manfaatkan TNI‎

1

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Segenap lapisan warga yang tergabung dalam beberapa RT di Baloi Kolam pagi tadi, Kamis (14/7/2016) melakukan protes keras serta menolak kedatangan sejumlah anggota TNI yang hendak melakukan pendataan bangunan warga.

Kedatangan sejumlah anggota TNI tersebut, berdasarkan surat edaran yang sebelumnya dilayangkan oleh Kodim 0316 Batam yang menyangkut hal Pendataan Bangunan di Antara Lahan PT. Alfinky Multi Berkat.

Dimana dalam surat itu diterangkan bahwa dasarnya adalah Surat MoU PT. Alfinky Multi Berkat dengan BP Batam. Diantaranya menerangkan tentang Surat MoU Penyerahan Lahan Daerah Latihan dari PT. Alfinky Multi Berkat Kepada Kodim 0316 Batam.

Namun berkaitan dengan itu, secara keseluruhan warga Baloi Kolam menolak kedatangan anggota TNI. Penolakan dilakukan karena menurut warga hal itu tidak wajar dilakukan oleh TNI. Sebab, terkesan kepada intimidasi dan pembodohan publik terhadap warga Baloi Kolam, ujar Indra Ketua RT 05 RW 16.

“Lahan ini tidak ada urusannya dengan TNI, jadi wajar kalau kami menolak kedatangan mereka. Kepada PT. Alfinky Multi Berkat, jangan memanfaatkan TNI untuk memuluskan proyeknya. Sementara untuk BP Batam dan Pemko Batam, jangan pula mengadu domba rakyat dengan TNI dan Pengusaha,” tukas Indra.
‎Disamping itu, hal senada juga turut disampaikan Ketua Gebrak Kota Batam, Agung yang mengatakan bahwa tindakan tersebut tidak sewajarnya dilakukan oleh TNI.
Dikarenakan, urusan pendataan bukanlah TNI, maka wajar warga menolak kedatangan mereka. Meskipun pihak pengusaha telah melakukan MoU dengan Kodim, namun TNI tetap saja tidak wajar untuk melakukan pendataan itu.
Ditempat yang sama, Anggota Fraksi Hanura DPRD Kota Batam, Uba Ingan Sigalingging juga berkomentar. Dirinya meminta secara tegas kepada TNI untuk tidak mencampuri urusan yang berkaitan dengan lahan Baloi Kolam.
Dimana dalam hal ini, pihak perusahaan meminta bantuan kepada anggota TNI untuk mendata bangunan masyarakat yang ada di Baloi Kolam.
“Kami berharap dalam hal ini BP Batam harus bertanggung jawab, jangan memaksakan seperti itu. Artinya jangan membenturkan masyarakat dengan TNI,” kata Uba.
Berdasarkan surat yang diterima warga, alasan TNI adalah untuk latihan. Perusahaan meminta tolong dan memberikan tempat untuk TNI melakukan latihan militer.
Menurut Uba, ini adalah modus yang digunakan oleh TNI untuk menyingkirkan masyarakat. Oleh sebab itu, kita secara tegas menolak kehadiran mereka di Baloi Kolam, imbuhnya.‎ (ichsan)

Komentar Anda

FANINDO DEWAN PERS WARTAKEPRI
PEMPROV KEPRI DPRD BATAM PEMKO BATAM DPRD ANAMBAS PEMKAB ANAMBAS PEMKAB BINTAN DPRD KARIMUN PEMKAB KARIMUN DPRD LINGGA PEMKAB LINGGA