Kepala BNN: Kini Mafia Narkoba Telah Modali Bandar Bidik Anak TK dan SD

1
Warta Kepri Satgas Anti Narkoba deklarasi dengan Kepala BNN Budi Waseso

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Akibat semakin maraknya peredaran narkoba diseluruh Indonesia, dimana hingga saat ini terdapat sekitar 10 juta orang warga Indonesia yang telah ketergantungan narkoba, membuat BNN RI menggelar Kampanye Akbar Stop Narkoba Bagi Pekerja di Batam dan Pembentukan Satgas PT Cipta Eka Mandiri, Rabu (20/7/2016) siang di Batu Ampar Kota Batam.

Dalam kegiatan kampanye yang dihadiri langsung oleh Kepala BNN RI, Budi Waseso menuturkan bahwa terjadinya kematian akibat mengkonsumsi narkoba, selama ini publik terlena dan seolah hal itu bukanlah menjadi masalah bersama. Oleh karenanya, seandainya karyawan di perusahaan juga turut terlibat menggunakan narkoba, maka jelas itu merupakan penyebab dari kehancuran.

“Selama ini kita hanya melihat para bandar narkoba sebagai pelaku yang diharuskan dihukum dari sisi hak asasi manusia, padahal mereka sudah jelas membunuh generasi bangsa secara massal,” ujarnya.

PKPONLINE PKP DREAMLAND

Menurutnya, budaya ekonomi produktifitas generasi, saat ini telah diubah menjadi budaya yang modern seperti aktif menikmati pesatnya pertumbuhan kehidupan malam hari. Barang tentu, siapa saja yang masuk kedalam pola kehidupan demikian, sangatlah rentan menggunakan narkoba. Mereka semakin ketergantungan hingga menunggu ajalnya datang menjemput, dan hidup bagaikan zombi.

Indonesia sekarang, kata Buwas, menjadi pangsa pasar peredaran narkoba yang kian menjanjikan bagi mafianya. Dimana jalur masuknya adalah melalui pelabuhan dan bandara yang dikarenakan sangat berdekatan dengan Negara tetangga Singapura dan Malaysia, apalagi dengan banyaknya juga terdapat pelabuhan tikus.

Maka dari itulah, BNN tidak bisa bekerja sendiri dalam melakukan pemberantasannya, dan sangat perlu mengajak semua Kementrian untuk bekerjasama dalam upaya memberangus peredaran narkoba di Indonesia, pintanya.

Diakui Buwas bahwa memang banyak oknum aparat serta dokter yang mengkonsumsi narkoba, dan tentunya masalah itu adalah juga merupakan suatu alasan dari penyebab semakin maraknya peredaran narkoba di negeri ini. Dengan sebanyak 72 jaringan internasional narkoba yang beroperasi di Indonesia, dimana 1 jaringan diantaranya telah mampu menghasilkan sebesar Rp 72 Triliun. Merupakan suatu kerusakan permanen dan kematian, maka berdasarkan itulah mengapa kita harus serius menanggulangi masalah ini.

“Bahkan sekarang para mafia narkoba lebih masif lagi dengan mendapatkan suntikan dana dari mafia-mafia besar di Indonesia yang sasarannya adalah anak TK dan SD. Oleh sebab itulah kita harus lebih berhati-hati,” bebernya.

Dikatakan Buwas, bahwa peredaran narkoba sekarang tidaklah pernah memandang generasi kecil, melainkan adalah lebih kepada membunuh semua generasi penerus Bangsa Indonesia. Harus ada realisasi kegiatan nyata terhadap penindakannya. Yaitu dengan bagaimana kita semua mampu berkomitmen bahwa narkoba harus diperangi hingga tuntas.

Sementara itu, apresiasi juga disampaikan Buwas kepada perusahaan yang telah mendirikan relawan pencegahan narkoba. Semoga apa yang dilakukan oleh perusahaan tersebut, bisa selalu dilakukan secara berkesinambungan dan lebih maksimal lagi pelaksanaannya.

Direktur PT Cipta Eka Mandiri, Bejo Riadi juga menambahkan bahwa kegiatan kampanye dan terbentuknya relawan dari perusahaan, sangatlah perlu untuk terus dilakukan. Sehingga kedepan dapat membantu pemerintah dalam memberantas narkoba ditengah masyarakat, dan juga mampu meminimalisir penggunanya.

“Jaga anak-anak kita semua, jaga juga kawan, saudara dan diri kita sendiri dari bahaya narkoba,” ajaknya penuh semangat.

Pada kesempat tersebut, BNN juga melakukan pemberian doorprice untuk para pekerja di PT Siemens Batu Ampar Kota Batam.(ichsan)

Komentar Anda

FANINDO DEWAN PERS WARTAKEPRI
PEMPROV KEPRI DPRD BATAM PEMKO BATAM DPRD ANAMBAS PEMKAB ANAMBAS PEMKAB BINTAN DPRD KARIMUN PEMKAB KARIMUN DPRD LINGGA PEMKAB LINGGA