PIALA DUNIA – Pelatih Norwegia, Ståle Solbakken, tak mampu menyembunyikan kesedihannya setelah timnya tersingkir dari Piala Dunia 2026. Norwegia harus mengakhiri langkah di babak perempat final usai kalah 1-2 dari Inggris dalam pertandingan yang berlangsung hingga babak perpanjangan waktu, Minggu (12/7/2026).
Dalam konferensi pers seusai pertandingan, Solbakken beberapa kali terlihat menahan emosi saat berbicara mengenai perjuangan para pemainnya yang dinilai telah memberikan segalanya di lapangan.
“Saya Sangat Sedih untuk Para Pemain”
Solbakken mengaku kekalahan tersebut menjadi salah satu momen paling menyakitkan dalam kariernya sebagai pelatih. Namun ia menegaskan, beginilah kerasnya sepak bola di level tertinggi.
“Saya merasa sangat sedih untuk para pemain. Ini adalah sepak bola di level tertinggi, yang memberi Anda momen-momen paling indah sekaligus paling pahit, tergantung di sisi mana Anda berdiri.”
Ia mengingatkan bahwa beberapa hari sebelumnya Norwegia menikmati euforia saat menyingkirkan Brasil. Kini, giliran timnya yang harus menerima kenyataan pahit.
“Kami pernah berada di sisi yang beruntung ketika mengalahkan Brasil. Hari ini situasinya berbeda. Setelah 20 menit pertama yang sulit, para pemain tampil heroik dengan segala cara yang mereka bisa. Saya tidak bisa menyalahkan mereka atau meminta lebih dari apa yang sudah mereka berikan.”
Sebut Norwegia Bermain Heroik
Menurut Solbakken, Norwegia mampu bangkit setelah awal pertandingan yang kurang meyakinkan. Ia bahkan menilai timnya sempat memainkan sepak bola terbaik melawan salah satu kandidat juara.
“Setelah jeda minum pertama, kami bermain sangat baik. Kami menunjukkan sepak bola yang luar biasa melawan tim besar. Sayangnya, usaha itu tidak cukup untuk membawa kami bertahan hingga akhir pertandingan.”
Meski gagal lolos ke semifinal, Solbakken mengaku bangga melihat dukungan luar biasa dari masyarakat Norwegia sepanjang turnamen.
“Mendapatkan dukungan dan apresiasi sebesar itu dari para pendukung Norwegia sangat berarti bagi kami. Kami harus tetap kuat saat kalah dan tidak mencari-cari alasan, baik karena keputusan wasit maupun hal lainnya. Inilah level tertinggi sepak bola.”
Bangga dengan Perjalanan Norwegia
Saat ditanya mengenai langkah tim selanjutnya, Solbakken tampak berusaha menahan air mata. Ia mengatakan seluruh skuad membutuhkan waktu untuk memulihkan diri setelah enam pekan lebih menjalani perjalanan panjang di Piala Dunia.
“Kami kehilangan sedikit keberuntungan, tetapi begitulah hidup. Sekarang kami perlu mengambil napas sejenak. Selama enam setengah minggu terakhir kami hidup sebagai satu keluarga.”
Pelatih berusia 58 tahun itu tetap bangga dengan pencapaian timnya yang berhasil melampaui ekspektasi banyak pihak.
“Saya bangga karena kami mampu meningkatkan level permainan dan melangkah satu tahap lebih jauh di Piala Dunia ini.”
Singgung Insiden Haaland
Solbakken juga sempat ditanya mengenai sejumlah keputusan kontroversial, termasuk insiden yang melibatkan Erling Haaland. Namun ia memilih tidak menjadikan hal tersebut sebagai alasan kekalahan.
“Ada beberapa situasi yang tidak menguntungkan kami hari ini, tetapi begitulah sepak bola. Pada akhirnya kami mengucapkan selamat dan berharap yang terbaik untuk Timnas Inggris.”
Kekalahan ini mengakhiri perjalanan impresif Norwegia di Piala Dunia 2026. Meski gagal mencapai semifinal, tim berjuluk Løvene meninggalkan kesan positif setelah tampil disiplin, menyingkirkan Brasil di babak 16 besar, dan mampu memberikan perlawanan sengit kepada Inggris hingga babak tambahan waktu. (*)
View this post on Instagram


























