Inilah Faktor Kenapa Batam Layak Jadi Provinsi Khusus ‎

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Djasarmen Purba, SH menggelar diskusi dengan mass media cetak dan elektronik dalam rangka membahas tentang Provinsi Khusus Barelang.

Dalam diskusi yang digelar di Kantor DPD RI Batam Centre Provinsi Kepri, Kamis (4/8/2016), turut dihadiri oleh Alfan Suheiri dan Richard Nainggolan sebagai narasumber.

Munculnya gagasan untuk menjadikan Kota Batam sebagai Provinsi Khusus, dikarenakan banyak memiliki potensi.

Selain itu, juga disebabkan dari adanya konflik diantara BP Batam dengan Pemko Batam yang semakin memprihatinkan, tutur Djasarmen di awal sambutannya.

” Sebenarnya ide ini muncul sudah lama, semenjak tahun 2007 yang lalu. Sekarang kembali kita gagas, dan perlu adanya dukungan untuk mewujudkannya,” ujarnya.

Begitu banyaknya potensi Batam yang tidak termanfaatkan dengan maksimal, kata Djasarmen, merupakan landasan yang kuat untuk menjadikan Batam sebagai Provinsi Khusus. Seperti potensi di sektor pariwisata, industri, dan tentang kota konfrensi.

Menurutnya, FTZ belum berjalan maksimal di Batam. Maka, berdasarkan itulah akan diupayakan bagaimana agar FTZ dapat membantu keberadaan Daerah Khusus tersebut nantinya.
Melihat dari sisi Undang-Undang, pembentukan Provinsi Khusus Batam ini telah layak dan sesuai. Oleh sebab itu, prosesnya diharapkan cepat terealisasikan.

Disamping untuk lebih memanfaatkan segala potensi yang ada, pembentukan gagasan tersebut juga perlu agar konflik diantara BP Batam dan Pemko Batam terselesaikan.
‎‎
Karena apabila telah jadi Provinsi Khusus, otomatis BP Batam tidak ada lagi, dan Batam akan dipimpin oleh Gubernur sendiri, terangnya.

Sementara itu, Alfan Suheiri membenarkan bahwa ide itu telah lama ada, dan lahir dari kerisauan beragam konflik dari dualisme kewenangan di Batam. Dimana yang menjadi dasarnya adalah potensi Batam yang tidak terjamah.

“Saya menilai Kota Batam gagal, adalah salah satu FTZ yang telah gagal. Bahkan sejak terjadinya perombakan di BP Batam, hingga saat ini tidak ada pergerakan positif yang dilakukan BP,” ketusnya.

Masih kata Alfan, potensi Batam tidak saja pada lahan, dan laut, tapi juga termasuk pariwisata nya. Maka, semua hal itu sangat penting untuk dimaksimalkan.
Sedangkan untuk strategi pembentukannya, perlu adanya dukungan politik maulai dari tingkat Kota, Provinsi sampai dengan pusat. Disamping itu, juga diperlukan dukungan dari mass media.

Ditempat yang sama, Richard Nainggolan mengatakan sangatlah mendukung gagasan tersebut. Dimana nantinya akan bisa melebur keberadaan BP Batam, sehingga tidak akan ada lagi konflik yang terjadi. Menurutnya BP Batam sama dengan orang Jakarta yang datang untuk mengurus Batam, sementara mereka tidak memahami persoalan.

“Konflik yang berkepanjangan antara BP dengan Pemko sudah jelas tidak bagus, dan tidak menguntungkan. Perubahan pengurus di BP tidak ada kemajuan, jadi kenapa tidak dibubarkan saja,” ucapnya.

Batam mempunyai SDM yang begitu banyak potensinya, kenapa tidak berdiri sendiri saja menjadi Daerah Khusus. Sehingga nantinya Batam bisa dipecah menjadi 3 bagian, yakni Batam Timur, Barat dan Batam Barelang. Tentunya semua kawasan itu akan ada Walikota masing-masing, tutupnya. (ichsan)

Komentar Anda

FANINDO DEWAN PERS WARTAKEPRI
PEMPROV KEPRI DPRD BATAM PEMKO BATAM DPRD ANAMBAS PEMKAB ANAMBAS PEMKAB BINTAN DPRD KARIMUN PEMKAB KARIMUN DPRD LINGGA PEMKAB LINGGA