Home Berita Utama Praktek Wawancara dan Menulis Siswa Ekskul Jurnalistik SMA Kartini

Praktek Wawancara dan Menulis Siswa Ekskul Jurnalistik SMA Kartini

Warta Kepri Pelatihan Jurnalis SMA Kartini Batam
PANBIL MALL   Grand Mercure Batam

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Untuk mendapatkan ilmu tentang jurnalistik langsung dari wartawan, Sekolah SMA Kartini Batam bekerjasama dengan Organisasi Wartawan di Kota Batam. Untuk ketiga kalinya, Wartawan menjadi pembicara, dimana selain memberikan teori, tetapi juga langsung mempraktekan menulis berita.

Ani Muslimah, Kepala Sekolah SMA Kartini menjelaskan kegiatan ektra kurikuler Jurnalistik setiap tahun ada peminatnya. Selain kegiatan ektra drum band, basket, volly dan lainnya.

” Jadi setiap siswa diwajibkan memilih dua kegiatan ektra. Dan, untuk siswa baru tahun ini, peminat ada beberapa siswa. Total, ada 20 siswa yang tergabung di jurnalistik, dari kelas 10 sampai 12. Namun, yang datang hari ini siswa kelas 10 saja, karena kakak-kakak mereka tengah serius mempersiapkan upacara HUT Kemerdekaan RI 71 tingkat Kota Batam,”ujar Ani Muslimah, Selasa (16/8/2016).

Sementara itu, Saibansah Dardani dari Sektretaris PWI Kepri menjelaskan untuk merespon positif kerjasama ini, PWI Kepri akan mengundang para pengurus PWI Kepri sebagai pembicara. Tujuannya, biar mengetahui langsung apa itu profesi jurnalis atau wartawan itu. Bagaimana rasa jadi wartawan, dana bagaimana cara menulis.

” Nah, untuk pertemuan ke empat ini, kami hadirkan pembicara Dedy Suwadha, Pengurus PWI Kepri dan juga Pimpinan Redaksi WartaKepri.co.id. Tanyalah saja apa yang ingin adik adik ketahui tentang profesi wartawan itu ke pembicara,”ujar Saiban.

Proses pelatihan sendiri dimulai jam pulang sekolah. Siswa yang hadir merupakan siswa baru yang belum pernah sama sekali mengetahui apa itu jurnalistik dan bagaimana cara menulis. Melalui pelatihan kurang dari dua jam itu, siswa baru ini dinilai telah mampu praktek wawancara dan menulis.

” Ya, mereka walau sangat baru, setelah dimotiviasi dan sedikit teori, serta disertai praktek wawancara dan menulis, sepertinya hasil tulisan yang mereka wawancara cukup bagus, dan sudah layak seperti tampilan berita, walau harus melalui editing lagi,” jelas Dedy Suwadha menjelaskan usai menjadi pembicara.

Adapun, materi yang diajarkan lebih kepada intisari dan pengalaman. “Kalau dijadikan buku, judulnya Menjadi Pewarta Bisa Menulis dalam Waktu kurang dari 2 Jam. Intisarinya, jadi wartawaan itu belajar singkatnya cuma 2 jam. Sisanya, praktek seumur hidup,” ujar Dedy kepada siswa. (redaksi)

Google News WartaKepri Banner DPRD Batam 2026

WhasApp