Hasil FGD PWI Kepri dan BEM Poltek Batam (2), Nurdin dan Konivitas Hati

252
fgd-pwi-kepri-2

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Gubernur Kepri Nurdin Basirun yang hadir dalam Forum Group Diskusi (FGD) PWI Kepri dan BEM Politeknik Batam menyampaikan beberapa pesan intinya mengajak mahasiswa untuk bisa berjiwa enterprenur dan tidak lagi menghandalkan kerja sebagai seorang pegawai di pemerintahan. Dengan berpikir sebagai orang yang berjiwa dan berkarya sendiri, maka potensi besar di Kepri, seperti dibidang kemaritiman akan tergarap sendiri oleh anak-anak mahasiswa di Kepri.

” Di Karimun, sekarang sudah banyak honorer yang tinggalkan kerjaan di Pemkab dan pindah kerja di PT Saipem, perusahaan yang memang memberikan gaji layak dibandingkan menjadi honorer yang cuma gaji 1,2 juta, dan itupu terlambat setiap bulannya. Padahal mereka seorang sarjana, jadi jangan selalu berharap menjadi honorer,” pesan Nurdin membuka sambutannya, dalam Diskusi yang mengakat tema Peran BBK Mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia dan Menyambungkan Archipelago Melalui Tol Laut, Kamis (8/9/2016)

Nurdin mengakui Provinsi Kepri dibawah ke pemimpinannya mengalami devisit anggaran untuk membangun Kepri, tapi rezeki untuk membangun daerah itu tiba tiba saja dapat dari Pemerintah Pusat. Seperti, yang terjadi di Kabupaten Lingga, yang kini telah berhasil mengembangkan sawah sendiri, dan bahkan mendapat bantuan dari Menteri Pertanian dengan nilai Rp 9 miliar untuk mengembangkan persawahan seluas 2000 hektar. Ini potensi yang sejak lama tidak terlihat di Lingga. Dan Sepertinya, Lingga akan menjadi daerah penopang beras untuk Wilayah Kepri, dan juga berpotensi untuk dijual ke Singapura.

” Itu berkat kita membangun konivitas hati dengan yang Maha Kuasa, dan rajin Sholat berjemaah setiap Subuh. Doa Subuh itu besar kemungkinanya dikabulkan, dan itu terjadi juga, karena disaat defisit, tiba tiba kita dapat dapat dari pusat untuk membangun sawah,”ujar Nurdin.

Khsusu untuk bidang kemaritiman, Nurdin menjelaskan Poros Maritim itu saat ini telah tertuju secara nasional di Pulau Natuna. Dengan kehadiran Presiden ke Natuna, dan waktu itu ditetapkan pembangunan infrastruktur di Natuna digesa serta ditingkatkan keamanan dan pertahanannya.

” Selat Malaka dan Kepri itu dilewati hampir 94 ribu kapal besar setiap tahun. Itulah potensi, dimana kapal kapal itu akan mencari daerah labuh tambah disekitar perairan Kepri. Dengan dipersiapkan Natuna sebagai pusat singgah Kapal dunia, maka perekonomian di Natuna akan tumbuh besar nantinya,” tutur Nurdin.

Padahal, sebelum Jokowi datang, perekonomian di Natuna sedang lesu, dimana Migas tidak berfungsi dan berkat berkat konivitas hati di Subuh itu, akhirnya diberikan solusi.

Nurdin menjelaskan lagi, untuk mendukung program pembangunan Maritim di Kepri, akan dibangun Universitas Pelayaran di Tanjunguban Bintan. ” Indonesia kekurangan 26 ribu tenaga kerja yang bisa bekerja dibidang pelabuhan. Nantinuya, tamatan akan diperkerjakan di pelabuhan pelabuhn di Indonesia,” jelas Nurdin.

Sedangkan, menjawab pertanyaan peserta, kenapa Kepri tidak mendapatkan pembangunan infastruktur pelabuhan yang akan dikucurkan sebesar Rp 800 T tahun mendatang, Nurdin menjawab pemerintahnya tentu tidak diam, dan doakan saja juga dapat dana itu nanti. (dedy suwadha)

Bersambung : Rida K Liamsi, Bagi Hasil Migas Kepri Tidak Adil

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!
PKP HIMALAYA DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel