BUMD Tanjungpinang Lanjutkan Penertiban Kios Liar di Pasar Baru – WartaKepri
26 views

BUMD Tanjungpinang Lanjutkan Penertiban Kios Liar di Pasar Baru

asep-bumd-tanjungpinang

PKP DREAMLAND

WARTAKEPRI.co.id , TANJUNGPINANG – BUMD Kota Tanjungpinang melakukan pembenahan Pasar baru, dulunya Perusahan Daerah hanya hanya mengambil uang retribusi saja sementara tidak ada melakukan perbaikan infrastruktur.

Asep Nana Suryana selaku Dirut BUMD Kota Tanjungpinang mengatakan, BUMD dalam menyikapi permasalahan ini, ketika melihat Pasar Baru ini adalah halaman muka Pasar kita yang merupakan Pasar Ibu Kota Provinsi, kita ada juga Pasar di Bintan center tetapi pihak swasta yang mengelola sedangkan Pasar Baru ini di kelola oleh pemerintah kenapa kumuh seperti itu.

Akibat terjadinya kumuh pasar ini di karenakan adanya pembiaran pengurus terdahulu. Dibiarkan begitu saja, sudahlah sempit di bikin kerangkeng-kerangkeng dan di bikin meja-meja menjadi kios-kios.

Kata Asep, di situ setelah kami melakukan pendataan sebanyak 243 meja, 243 meja itu ada 2 meja dan 3 meja di gabungkan menjadi satu kios, akhirnya Pasar itu sesak dan pengap.

” Pihak BUMD dengan melakukan persuasif kami surati, pertama kami surve terlebih dahulu setelah itu melakukan pendataan jumlah meja dan selanjutnya kami surati lagi,” ucap Asep saat di jumpai Wartakepri.co.id di ruang kerjanya, Selasa (20/9/2016).

Lanjut Asep, Awalnya ada penolakan dari para pedagang untuk melakukan pembenahan, kami tidak ada masalah dengan pembuatan kios-kios di tengah Pasar. Tetapi setelah kami lihat itu mematikan usaha-usaha yang lainnya kios-kios yang di belakangenjadi ketutup.

Untuk masalah penertipan kami meminta kepada pihak kepolisian dan aparat keamanan untuk melakuka. Razia pembenahan, dan akhirnya para pedagang setuju untuk dilakukan pembenahan.

“Alhamdullah dalam waktu satu minggu sudah 90 persen sudah di bongkar para pedagang sendiri. Sehingga yang dahulunya tidak dimanpaatkan, sehingga sekarang bisa berjualan di sana,” ujar Asep.

Asep juga menuturkan, dari 243 hanya 50 persen yang punya sendiri selebihnya penyewa di sewa lagi kepada pihak lain padahal itu tidak boleh, saat sekarang ini kita mengusut permasalahan ini.

Setelah kita melakukan pembenahan, para pedagang mulai menyadari, dulunya satu surat ada yang mempunyai 8 meja dan 12 meja, tetapi yang punya 8 meja hanya di bayar 3 meja saja, yang sewa 12 meja di bayar 5 meja.

” Dengan pembenahan ini saya mau setiap meja satu surat di setiap satu surat satu orang yang punya. Dengan kita menurunkan Tim penertipan dan optimanasi pendapatan, alhamdullah berjalan lancar dan direspon baik oleh pedagang,” pungkas Asep. (yansyah).

Komentar Anda



FANINDO
DEWAN PERS WARTAKEPRI

PEMPROV KEPRI
DPRD BATAM
PEMKO BATAM
DPRD ANAMBAS
PEMKAB ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
DPRD KARIMUN
PEMKAB KARIMUN
DPRD LINGGA
PEMKAB LINGGA