Rangkaian hiburan rakyat dikemas dalam bentuk perlombaan, permainan dan kerja bakti. Demikian disampaikan Dandim Natuna, Letkol Inf. Ucu Yustiana SIP saat membuka permainan Gasing Gedung Gasing Natuna, Jalan H. Adam Malik, Kelurahan Bandarsyah, Ranai, Selasa (27/9/2016).
Ia menyebutkan, kali ini pihaknya menggelar berbagai perlombaan rakyat seperti permainan gasing, lari 7 kilo meter, pekan ekspo yang akan memamerkan kekayaan budaya Natuna, fun bike, carnaval budaya, lomba Gurindam 12 dan lain sebagainya.” Kegiatan-kegiatan ini kita gelar hingga 5 Oktober mendatang dengan yang lokasi yang berbeda-beda,” ujarnya.
Khusus perlombaan Gasing, Letkol menjelaskan, lomba diikuti oleh 16 kelompok pemain dan berasal 6 Kecamatan yang ada di Pulau Bunguran Besar.
” Tadinya peserta ada 16 kelompok yang daftar cuma 1 kelompok dari Kecamatan Pulau Tiga berhalangan ikut. Lomba ini akan kita berikan uang pembinaan dan hadiah bari para pemenangnya,” ungkap Letkol Ucu.
Ia mengaku, pihaknya sengaja menyentuh sisi budaya sebagai wujud andil dalam melestarikan kearifan lokal yang ada di Natuna.
Menurutnya kearifan lokal harus dilestarikan karena Natuna sektor pariwisata Natuna akan dibangun oleh pemerintah.
Pariwisata bukan hanya menarik dari unsur keindahalan alam saja melainkan juga keindahan dan kelestarian nilai-nilai budayanya.
” Terus seperti yang kita ketahui bersama, Natuna ini akan dibangun wisata nya, maka nilai-nilai ada budaya ini sangat diperlukan sebagai salah satu unsur pariwisata. Maka permainan-permainan dan budaya lainnya seperti ini harus dilestarikan, jangan sampai hilang dari tengah-tengah masyarakat,” tuturnya.
Lanjut Ucu juga berpesan , Kepada seluruh Prajurit TNI untuk terus meningkatkan kemampuan, profesionalisme, dan kesiap siagaan di mana pun berada. Mari kita jaga dan pelihara keutuhan dan kekompakan TNI, peliharalah dan jagalah terus kemanunggalan TNI dengan Rakyat, karena Bersama Rakyat TNI Kuat.
Pegang teguh amanat Sapta Marga dan Sumpah Prajurit. Jadilah TNI yang berjuang, yang dicintai dan mencintai rakyat.
Ayo bersama kita meriahkan pentas acara, bersama TNI Rakyat Kuat. tutup Ucu.
Pertandingan pun dimulai di arena Tugu Gasing Para peserta memasang memainkan gasing nya tepat di tengah arena yang sudah diberi lingkaran.
Sesaat kemudian, pemukul bersiaga menghantamkan gasingnya pada gasing pemasang.
Rupanya gasing pemasang cukup tangguh. Kendati terkena pukulan, ia masih tetap berputar.
Bahkan, setelah dipindahkan ke lingkaran lain untuk adu ketahanan lama berputar, justru gasing pemasang yang lebih lama berputar. Maka jadilah gasing pemasang mendapat nilai satu dan beroleh kesempatan jadi pemukul.
Silih ganti permainan berlanjut saling memangkak Diantara Tiang telah di siapkan untuk memutarkan gasing dilempar pakai tali putar.
Hingga salah satu diantara keduanya mengumpulkan poin untuk mendapatkan kemenangan siapa paling lama memutarkan gasing diletak ke flat kaca bening dialah pemenangnya.(rikyrinovs)





























