WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Dalam rangka mendukung pemerintahan Bapak Joko Widodo yaitu NAWACITA sebagaimana tertuang dalam peraturan Presiden No 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah dan selanjutnya secara teknis diterjemahkan dalam rencana strategis kementerian kesehatan tahun 2015-2019, IDI bermaksud menyatakan komitmen dukungan IDI kepada program pemerintah Presiden Joko Widodo tersebut.
Komitmen dukungan tersebut didalamnya termasuk upaya meluruskan kembali pokok substansi dalam program pemerintah yang memprioritaskan penguatan upaya kesehatan dasar yang berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia.
Bahwa dalam rangka menghadirkan kesehatan dasar yang berkualitas. Diperlukan dokter yang bermutu dalam pelayanannya. Hal tersebut tidak dapat dilepaskan dari adanya sistem dan proses pendidikan kedokteran yang juga bermutu.
Hal ini menunjukkan adanya persoalan akut atau krisis dalam bidang kesehatan dan pendidikan kedokteran di Indonesia yang dapat mengganggu sendi-sendi kehidupan bernegara. Diantara situasi akut dan krisis tersebut adalah :
Krisis Pelayanan Kedokteran di Era Jaminan, Kesehatan Nasional (JKN ), Krisis Pendidikan Kedokteran, Krisis penyebaran dokter yang tidak merata dan kurangnya dokter spesialis.
Adapun aksi dipusatkan di depan Istana Merdeka Jakarta, ribuan dokter dari seluruh Indonesia Long march, Senin (24/10/2016).
Sedangkan, berdasarkan siaran pers yang diterima WartaKepri, Ketua Umum IDI Prof. Dr. Ilham Oetama Marsisi, Sp.Og menandatangani Pernyataan sikap ;
Segenap Ikatan Dokter Indonesia Wilayah KEPRI dengan ini menyatakan pernyataan sikap. Menolak Program studi Dokter Layanan Primer (DLP).
Merekomendasikan meningkatkan kualitas dokter di pelayanan Primer dengan program Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan (P2KB) ter struktur.
Perbaikan proses akreditasi pendidikan kedokteran akuntable, adil dan transparan. Menghadirkan pendidikan kedokteran yang berkualitas dan terjangkau.
PB IDI juga bertanggungjawab untuk menjaga persatuan dan kesatuan seluruh anggota IDI agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu. PB IDI menegaskan peserta yang terlibat dalam aksi ini adalah dokter IDI yang tidak sedang bertugas di unit gawat darurat, ICU/ICCU, ruang perawatan, ruang operasi, serta mereka yang bertugas di FKTP yang memberikan pelayanan gawat darurat.
Jadi, masyarakat tidak perlu risau atas dilaksanakannya aksi damai ini. Dan aksi ini dihimbau menjaga ketertiban umum. (rilis/andi pratama)
@wartakepri Terimakasih Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura partisipasi di Ulang Tahun ke 10 Media WartaKepri.co.id , ( 22 Desember 2015 - 22 Desember 2025) #hbd❤️ #wartakepritv #kepri #batam #wartakepri.co.id ♬ Happy Birthday to You acoustic guitar - C_O


























