WARTAKEPRI.co.id,NATUNA – Upacara peringatan HUT ke 71 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sekaligus hari guru nasional 2016 di lapangan Astaka Sedanau, Jumat 25/11/2016) berlangsung hidmat.
Peringatan ini menegaskan bahwa guru memang sepatutnya selalu diingat.
Karena jasanya akan selalu mengiringi langkah kita. Ya, tanggal ini dipilih bertepatan dengan hari ulang tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).
Memang dibeberapa negara, hari guru di tanggal merahkan. Namun, Hari Guru Nasional di Indonesia bukan hari libur resmi.
Hal ini bukan berarti mengurangi ke-spesialan dari hari guru sendiri, justru inilah yang membuatnya spesial.
Hari ini akan banyak sekolah-sekolah yang merayakan peringatan dengan upacara sebagai bentuk penghormatan dan pemberian tanda jasa bagi guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah.
Tampak terlihat berbeda dari Kecamatan Bunguran Barat Kabupaten Natuna sangat semarak merayakan Hari Guru.
Pagi itu alam cukup cerah para murid seragam lengkap beserta Guru Berkumpul di lapangan Terbuka ,Camat Bunguran Barat selaku inspektur upacara, berpesan agar para guru dan tenaga kependidikan harus senantiasa meng-Update pengetahuan, wawasan dan keterampilan.
Di era globalisasi ini guru tidak lagi sebagai sentra edukasi, karena para pelajar dapat dengan mudah mengakses ilmu pengetahuan, wawasan dan keterampilan melalui berbagai media, baik di dunia maya maupun di dunia nyata.
” Guru yang tidak meng-update pengetahuan, wawasan dan keterampilan, sama seperti mesin foto copy berperan memindahkan coretan kertas ke ruang memori otak manusia secara kaku dan monoton. Kalau ini terjadi bersiap siaplah guru ditinggalkan siswa nya, karena membosankan dan tidak menarik,” pesan Camat Asmara Juana Suhardi, dihadapan peserta upacara yg terdiri dari para guru, komite sekolah, para pelajar diberbagai jenjang, dan uspika setempat.

Kebahagian itu juga rasakan para guru dan murid diKecamatan Bunguran Utara Kabupeten Natuna.
Seusai upacara Camat Bunguran Utara Izhar, terlihat dari foto acara keseruan para guru dan murid sangat bahagia perlombakan bakiak putra dan putri laksanakan dari lapangan hijau kelarik,moment indah hari jadi guru di abadikan,camat izhar, tampak terlihat sedang pembagian hadiah berbagai pertandingan olah raga dan seni.
Digelarnya berbagai pertandingan dan perlombaan ini, untuk memeriahkan Hari Guru Nasional.
Dengan tujuan untuk menjalin hubungan silaturahmi dan pertanda solidnya guru pada SMA Bunguran Utara Diakuinya, kegiatan yang digelar, mencerminkan soliditas dan solidaritas sesama guru dan siswa, Terang Camat Izhar.
” Dengan menunjukkan kekompakan antara sesama guru, maka kita harap siswa bisa mencontoh hubungan yang harmonis ini.
Semoga menjadi bekal bagi mereka ketika mereka memimpin di tengah masyarakat kelaknya nanti,’’jelasnya.(rikyrinov)
Peringatan ini menegaskan bahwa guru memang sepatutnya selalu diingat.
Karena jasanya akan selalu mengiringi langkah kita. Ya, tanggal ini dipilih bertepatan dengan hari ulang tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).
Memang dibeberapa negara, hari guru di tanggal merahkan. Namun, Hari Guru Nasional di Indonesia bukan hari libur resmi.
Hal ini bukan berarti mengurangi ke-spesialan dari hari guru sendiri, justru inilah yang membuatnya spesial.
Hari ini akan banyak sekolah-sekolah yang merayakan peringatan dengan upacara sebagai bentuk penghormatan dan pemberian tanda jasa bagi guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah.
Tampak terlihat berbeda dari Kecamatan Bunguran Barat Kabupaten Natuna sangat semarak merayakan Hari Guru.
Pagi itu alam cukup cerah para murid seragam lengkap beserta Guru Berkumpul di lapangan Terbuka ,Camat Bunguran Barat selaku inspektur upacara, berpesan agar para guru dan tenaga kependidikan harus senantiasa meng-Update pengetahuan, wawasan dan keterampilan.
Di era globalisasi ini guru tidak lagi sebagai sentra edukasi, karena para pelajar dapat dengan mudah mengakses ilmu pengetahuan, wawasan dan keterampilan melalui berbagai media, baik di dunia maya maupun di dunia nyata.
” Guru yang tidak meng-update pengetahuan, wawasan dan keterampilan, sama seperti mesin foto copy berperan memindahkan coretan kertas ke ruang memori otak manusia secara kaku dan monoton. Kalau ini terjadi bersiap siaplah guru ditinggalkan siswa nya, karena membosankan dan tidak menarik,” pesan Camat Asmara Juana Suhardi, dihadapan peserta upacara yg terdiri dari para guru, komite sekolah, para pelajar diberbagai jenjang, dan uspika setempat.

Kebahagian itu juga rasakan para guru dan murid diKecamatan Bunguran Utara Kabupeten Natuna.
Seusai upacara Camat Bunguran Utara Izhar, terlihat dari foto acara keseruan para guru dan murid sangat bahagia perlombakan bakiak putra dan putri laksanakan dari lapangan hijau kelarik,moment indah hari jadi guru di abadikan,camat izhar, tampak terlihat sedang pembagian hadiah berbagai pertandingan olah raga dan seni.
Digelarnya berbagai pertandingan dan perlombaan ini, untuk memeriahkan Hari Guru Nasional.
Dengan tujuan untuk menjalin hubungan silaturahmi dan pertanda solidnya guru pada SMA Bunguran Utara Diakuinya, kegiatan yang digelar, mencerminkan soliditas dan solidaritas sesama guru dan siswa, Terang Camat Izhar.
” Dengan menunjukkan kekompakan antara sesama guru, maka kita harap siswa bisa mencontoh hubungan yang harmonis ini.
Semoga menjadi bekal bagi mereka ketika mereka memimpin di tengah masyarakat kelaknya nanti,’’jelasnya.(rikyrinov)






























