WARTAKEPRI.co.id, TANJUNGPINANG – 50 orang ibu hamil positif terkena hepatitis B, hasil tersebut ditemukan berdasarkan pemeriksaan program deteksi dini.
Kepala Dinas Kesehatan Tanjungpinang, Rustam, mengatakan, temuan tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan program deteksi dini terhadap 1.702 ibu hamil di kota itu.
Program deteksi dini hepatitis B telah di mulai Maret 2016 di seluruh puskesmas di Kota Tanjungpinang.
” Sasaran utamanya adalah ibu hamil,”terangnya, Senin(19/12/2016).
Dibeberkannya, sampai saat ini ada sekitar 1.702 ibu hamil di Tanjungpinang yang diperiksa dan 50 di antaranya ternyata positif hepatitis
” Hepatitis B dipicu virus yang menyerang hati. Penyakit tersebut dapat ditularkan melalui hubungan seksual, darah, atau cairan tubuh lain. Hepatitis B hampir 90 persen berisiko menulari balita. Ada pun risiko penularan terhadap orang dewasa hanya 10 persen,” ungkapnya.
Dijelaskannya, balita sangat mudah tertular karena daya tahan tubuhnya lemah. Jadi bagi ibu hamil yang positif, bayinya nanti akan disuntik HBIG, sebelum 24 jam setelah lahir.
Menurutnya lagi, HBIG bisa diakses di Puskesmas Tanjungpinang di Pancur. Rumah Sakit juga dipersilakan untuk mengambil ke Puskesmas tersebut, dengan membawa hasil lab HBsAg.
“Tes tersebut dilakukan dengan rapid tes HBsAg (pemeriksaan Ig M) di Puskesmas atau Rumah Sakit,” terangnya.
lanjut Rustam, bagi ibu hamil yang dinyatakan positif hepatitis B itu akan langsung dirujuk ke rumah sakit untuk terapi. Untuk ibunya akan diterapi dengan interferon selama minimal 1 tahun dengan dokter Spesialist Penyakit Dalam yg sudah terlatih di RSUD Provinsi Kepri yakni dr. Fitri Ashadi, SpPD.
Adapun gejala hepatitis B, baru bisa terlihat ketika usia menginjak 15 tahun, kondisi bayi yang lahir dan dinyatakan positif hepatitis B terlihat biasa saja. Tetapi setelah berumur 15 tahun kemudian akan terlihat gejala-gejala hepatitis B mulai muncul. Salah satunya adalah sirosis merupakan kerusakan hati jangka panjang atau kronis yang mengakibatkan luka pada hati.
” Banyak terjadi pada mereka saat kecil tidak menyadari terkena hepatitis B. Setelah dewasa baru ketahuan,” tuturnya.
Ditambahkannya,”Segera lakukan pencegahan sejak dini, sehingga nantinya bisa mengantisipasi perburukan hati ataupun menjadi kanker hati dan sirosis hepatitis (penyakit liver),” ucapnya.(makmur)




























