WARTAKEPRI.co.id, TANJUNGPINANG – Jumlah temuan kasus penderitan HIV/AIDS dalam rentang waktu 7 tahun mengalami peningkatan, dimana kini telah diderita 1.103 warga Tanjungpinang.
Dari data yang dirilis Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tanjungpinang selama periode 2009 sampai 2016 telah ditemukan 750 pengidap Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan 353 penderita Acquired Immunodeficiency Syndrome (Aids).
Kepala Dinkes Kota Tanjungpinang, Rustam menjelaskan, bahwa 1.103 orang yang terjangkit penyakit tersebut belum ada obatnya, ada 180 orang diantaranya telah meninggal dunia karena penyaki tersebut.
” Klasifikasi penderita HIV/AIDS terbanyak adalah laki-laki dibandingkan perempuan,” ujarnya kepada Warta Kepri.
Diterangkannya, penderita HIV/AIDS pada laki-laki sebanyak 418 orang, sedangkan pada perempuan sebanyak 332 orang.
Dikatakannya, pengidap HIV sebanyak 578 banyak di temukan pada usia 25-49 tahun, 87 orang di temukan pada usia 15-24 tahun, 5 orang di temukan pada usia 5-14 tahun 23 ditemukan pada balita yang umurnya di bawah 5 tahun.
” Tingginya kasus HIV diantara para ibu rumah tangga dan anak balita merupakan keprihatinan bagi kita semua. Karena pada hakekatnya HIV pada ibu rumah tangga bisa dicegah dengan perilaku seks aman dari pasangan para ibu rumah tangga tersebut,” ungkap Rustam.
Diungkapkannya, kasus HIV pada balita tidak perlu terjadi jika para ibu hamil semuanya memeriksakan kehamilannya pada fasilitas kesehatan yang baik.
” Kemudian minum ARV pencegahan jika ditemukan positif, melahirkan dengan bedah sesar dan menyusui bayi dengan persyaratan tertentu yang dipenuhi,” ungkapnya.
Saat ini dibeberkan Rustam, Pemko Tanjungpinang melalui Dinas Kesehatan terus melakukan sosialisasi dan pembinaan agar penderita HIV/Aids tetap bisa hidup layak dan tidak semakin menyebar.
” Untuk screening bisa dilakukan dipuskesmas-puskesmas dan rumah sakit yang ada di Kota Tanjungpinang. Karena semakin banyak ibu hamil yang melakukan pemeriksaan, akan semakin cepat diketahui statusnya dan bisa cepat pencegahan yang dapat dilakukan,” harapnya.
Untuk itu, pada har AIDS Sedunia Tahun 2016 ini, yang terjadi pada 1 Desember yang lalu pihak Dinkes Tanjungpinang mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk dapat mempraktekkan kehidupan seks yang aman.
“Saya menghimbau para ibu hamil untuk semuanya memeriksakan kehamilannya sesuai standar dan melakukan tes HIV, juga sifilis dan Hepatitis agar bayinya terlindung dari penularan penyakit. Mari kita semua berubah demi masa depan gemilang tanpa penularan HIV,”imbaunya. (makmur)





























