WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Tiap tahun, Kota Batam semakin mengalami peningkatan jumlah penderita HIV/AIDS. Dari tahun 1992 hingga akhir 2015 tahun lalu, jumlah penderita HIV terakumulasi sebanyak 4.372 orang. Sedangkan untuk yang penderita AIDS, juga meningkat dengan jumlah sebanyak 1.796 orang.
“Virus itu banyak diderita oleh pasangan yang usia produktif. Pelanggannya ialah kaum pria, sedangkan untuk wanita jumlahnya hanya sedikit. Kondisi itu, setiap tahunnya selalu ada peningkatan”, ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Chandra Rizal ketika temu ramah diruang kerjanya dengan wartakepri.co.id, Kamis (2/6/2016).
Menurutnya, virus tersebut terjangkit karena pergaulan bebas yang tidak terkontrol. Umumnya didominasi oleh pasangan Henteroseksual atau suka sama suka, dan kalau dijumlahkan dari 1992 sebanyak 4 ribu orang lebih penderitanya.
Dari jumlah tersebut, kata Chandra, tingkat kematiannya juga ada, dan tiap tahun pun mengalami peningkatan yang saat ini terakumulasikan berjumlah 616 orang. Terjadinya kematian, adalah dari akibat inkubasi selama bertahun-tahun.
Melihat kondisi yang demikian, pihaknya selalu melakukan penyuluhan dengan melibatkan 10 LSM bidang kesehatan yang ada di Batam. Tidak itu saja, saat ini ada 3 Rumah Sakit yang telah peduli melayani penderita HIV/AIDS. Diantarnya adalah RS Budi Kemuliaan, RS Elizabeth dan RSUD Embung Fatimah, ujar Chandra .
“Bukan saja itu, kami juga menyediakan 2 Puskesmas yang ikut melayani si penderita. Adalah Puskesmas Lubuk Baja dan Puskesmas Batuaji”, ujarnya.
Oleh sebab itulah, hingga saat ini Dinkes berupaya selalu untuk memberikan perangsang bagi penderita, makan yang bergizi baik dan bagus untuk daya tahan tubuhnya.
Sekarang, kata Chandra, Dinkes sudah ada Komisi Penanggulangan AIDS (KPA).
Maka dari itu, diharapkan serta dihimbaukan kepada masyarakat untuk jangan sekali-kali mencoba melakukan suatu hubungan yang tidak baik. Jauhkanlah pergaulan bebas, dan jangan terpengaruh oleh kehidupan gaya barat, tutupnya. (ichsan)





























