WARTAKEPRI.co.id, NATUNA – Munculnya sejumlah lubang di sepanjang jalan protokol kota Ranai, Kabupaten Natuna dipastikan dampak dari tidak adanya saluran drainase di pinggir jalan. Ketika hujan deras dan air tergenang, akibatkan terkikisnya aspal jalan dan diperparah lewatnya kendaraan.
Melihat kondisi ini. Wakil ketua Komisi II DPRD Natuna, Marzuki pun kembali mengingatkan pemerintah soal keberadaan drainase jalan lingkungan dalam kota terkesan terabaikan dari pembangunan ini.
Menurutnya, selama ini tak diperhatikan, maka pemerintah akan banyak menghabiskan banyak anggaran hanya sekedar untuk melakukan tambal sulam pada lingkungan jalan kota.
“Saya melihat persoalan jalan kita, khususnya jalan dalam kota terlebih persoalan drainase. Kita lihat saja, sepanjang jalan poros di Ranai berapa sih yang ada parit atau drainasenya, paling sekitar 5 persen saja,” katanya kepada WartaKepri.co.id, Minggu (1/1/2017).
Tak hanya drainase, posisi jalan yang cukup rendah dari pemukiman sekitar membuat air genangan menjadi lebih tinggi.
Genangan inilah lambat laut membuat kualitas aspal menurun dan hancur saat dilalui kendaraan.
“Walau sudah diaspal, sudah dilakukan tambal sulam, kalau itu genangan masih ada, maka kena air bisa rusak lagi,” jelasnya.
Politisi Gerindra yang juga mantan Jurnalis, kini percaya publik sebagai Anggota DPRD Dapil II ini menilai, sepatutnya pemilik rumah toko (Ruko) di sepanjang jalan wajib menyediakan drainase. Apalagi yang berada di jalan protokol.
“Jangan malah ditimbun, dan wajib bagi pelaku usaha atau Ruko untuk membangun drainase pembuangan baik di depan maupun di samping,”ungkapnya.
Sejatinya kewajiban ini sudah ter tuang saat proses perizinan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) tentunya sudah tersirat kewajiban tersebut.
Berapa jarak antara bangunan dengan jalan, kemudian apa saja syarat bangunan tersebut telah diatur.
“Misalnya disitu ada satu titik air menggenang. Salah satunya dijalan Datuk Kaya Wan Mohammad Benteng dan simpang tiga menuju pramuka. Setiap kali hujan lebat datang, jalan depan SPBU dekat pertamina selalu saja tergenang.Dahulunya tidak banjir seperti itu,”ungkapnya.
Menurutnya drainase Ruko toko, ini juga bukan saja untuk kepentingan pengguna jalan umum, tapi juga untuk pemilik atau pelaku usaha itu sendiri.
” Kita merespon cepat keluhan masyarakat terutama terkait infrastruktur seperti jalan dan drainase. Dan setelah kita cek langsung tadi ternyata benar-benar parah dan harus diperbaiki segera. Ada juga yang pernah kita tinjau, jalannya sampai saat ini masih tanah. Bayangkan saja kalau hujan bagaimana. Tentunya akan sangat menyulitkan warga sekitar,” ujar Marzuki.
” Kita meminta kepada pemerintah supaya dalam percepatan pembangunan natuna bisa lebih diutamakan pembangunan jalan disertai drainase terlebih di pusat kota ranai dahulu. Apalagi sekarang ini sudah memasuki musim penghujan,”pintanya.
Hal senada juga sampaikan RT 02 Batu Ampar, kondisi jalan dan drainase ini seperti dikeluhkan warga Kelurahan Ranai terpaksa masih disibukan soal sulitnya akses jalan di wilayah mereka masih berlubang lubang.
“Warga disini sudah pada mengeluh, masa jalan dibiarkan rusak terus. Sedih juga, apalagi jalan yang rusak sangat dekat dengan rumah pak Aridinansyah kepala Badan perencanaan Natuna di batu ampar samping RM Jimi, masa sampai nggak ketahuan pemerintah,” Tutur Abdul samin, salah satu Ketua RT batu ampar Kelurahan Ranai kepada wartakepri.co.id.
” Dideket rumah saya Batuampar menuju Dewi Sartika juga rusaknya parah.
Sudah pernah ditimbun, tapi tidak dilanjut aspal, makanya rusak lagi, malah sekarang tambah parah rusaknya,” sambung Abdul samin.
Padahal, lokasi jalan rusak berada tak jauh dari pusat kota Ranai yang menjadi pusat kota Kabupaten.
Terpisah, Camat Bunguran Timur Asmara Juana mengatakan respon laporkan warga terkait jalan dan drainase. Pihaknya juga akan secepatnya mendata beberapa titik yang kerap menjadi genangan air dan jalan perlu perbaikan usulkan ke dinas teknis.
” Nanti diinfentarisir ,kecamatan hanya boleh buat usulan tak lebih dari itu,tak diberi biaya pemeliharaan jalan,paling nanti kita gotong royong untuk atasi sementara,” tutur Asmara juana yang tiga Hari dilantik menjadi Camat Bunguran Timur sebelumnya camat bunguran Barat. (rikyrinov)































