WARTAKEPRI.co.id, NATUNA – Nasib apes menimpa Mak Kunah nenek warga Kelarik tenggah, Kecamatan Bunguran Utara Natuna. Saat hendak pergi buang hajat air besar di WC, yang mana rumahnya di atas sungai dan dari lobang wc ini buaya tersebut menerkam sang nenek.
Keterangan camat setempat kepada WartaKepri.co.id mengatakan Mak Kunah, nenek berusia 65 saat ini di rawat intensif di RSUD, kondisi kritis.
Dari Lubang WC Rumah Pangung berada tepian sungai Kelarik Tenga, buaya perkirakan panjang 1 meter mengigit korban.
” Bekas gigitan tajam sampai melukai ke bagian paha dan bawah perut sehingga kena usus, korban di larikan oleh warga setempat ke RSUD Ranai,” ungkap Izhar, Camat Bunguran Selatan, Selasa (2/2/2017).
Mak Kunah tak menyadari jika ada buaya di sekitarnya yang siap menerkam. Setelah menyadari adanya serangan dari predator sungai itu, ia pun bergegas melarikan diri, lebih jauh dari WC rumah korban sangat dekat dengan sungai itu.
Beruntung buaya tersebut tidak meyeret Mak Kunah hingga ke dalam air dan cepat melepaskan gigitannya.
Peristiwa itu terjadi pagi tadi, Senin (2/1/2016) sekitar pukul 05.30 WIB, terang Izhar.
“Iya warga tadi pagi subuh hendak buang hajat, tiba-tiba saja diterkam buaya karena rumah korban sangat dekat muara sungai” kata Izhar kepada Wartakepri.co.id.
Masih kata Izhar, warganya kini mendapat perawatan di Puskesmas Kelarik karena terlihat luka yang menganga sangat serius korban langsung di larikan ke RSUD Natuna mendapatkan perawatan lebih intensif.
Menurutnya, jarang sekali kejadian buaya muncul dan melukai warga di sekitaran sungai tengah kelarik itu.
“Setahu saya memang sesekali warga mengaku nampak buaya di sana, tapi jarang ada kejadian seperti ini saya curiga buaya itu perkirakan sangat besar ,”ungkapnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, Izhar menegaskan pihak kecamatan belajar dari kejadian ini dan akan bertindak cepat untuk mengantisipasi kejadian serupa kedepan.
Atas kejadian menimpa warga tersebut, bersama warga lainnya sore nanti langsung menuju TKP akan tangkap buaya.
Selain itu mungkin kita akan datangkan pemburu buaya atau ahli nya melihat lokasi – lokasi rawan,” ujarnya. (rikyrinov)





























