WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Launcing program Kemudahan Langsung Investasi Kontruksi (KLIK) dan penandatanganan nota kesepahaman/MoU, yang dihadiri oleh Gubernur, Ketua BKPM Pusat, Walikota, Kapolda, Danrem beserta Instansi Pemerintah lainnya, di kawasan industri Batamindo – Batam.
Dengan adanya terobosan baru dari pemerintah kepada pelaku dunia usaha berupa program/fasilitas KLIK, di Lima daerah Kawasan Industri, untuk dapat mendorong investasi yang lebih berdaya saing di Kepri.
Melalui surat keputusan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) No.17 tahun 2017 khusus di kepulauan Riau, ditetapkan lima kawasan industri dengan rincian sebagai berikut;
1. Kawasan industri Batamindo industrial – Batam
2. Kawasan industri Bintang Industrial – Batam
3. Kawasan industri Kabil Intregeted – Batam
4. Kawasan industri West Point – Batam
5. Kawasan industri Bintan Inti, Lobam – Bintan
Gubernur Kepri, Nurdin Basirun menyampaikan persaingan sekarang cukup berat apalagi Kepri yang berhadapan langsung/dekat sekali dengan negara-negara yang cukup maju ekonominya, dimana kita membuat terobosan baru, mereka juga membuat formula dan persaingan baru, nantinya tentu ini menjadi pekerjaaan kita bersama menghadapi hal tersebut.
Dikesempatan itu Gubernur Kepri meminta satu lagi Kawasan Industri kepada ketua BKPM yang mana katanya, ” bagaimana satu lagi kawasan industri yang ditetapkan di daerah kabupaten Karimun, dimana di sana untuk nilai investasinya cukup besar”.
Diwaktu yang sama Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal, Thomas Trikasih Lembong mengatakan, “peluncuran program/fasilitas KLIK pada pagi hari ini merupakan suatu langkah yang cukup signifikan dan lima kawasan industri yang telah mengikuti program/fasilitas ini, agar dapat lebih agresif, progresif dan jangan menjadi defensif (menunggu).
Selanjutnya acara dilanjutkan dengan penandatangan nota kesepahaman/MoU program KLIK yang di tandatangani oleh, Gubernur, Ketua BKPM, Kapolda, Walikota, Ketua BP Batam dan Bupati Bintan.(andi pratama)































