WARTAKEPRI.co.id, JAKARTA – Pilkada Gubernur DKI Jakarta tetap menjadi barometer dalam pilkada serentak tahun 2017 ini. Info terbaru adalah pengumuman besaran dana kampanye yang serahkan ke KPU DKI Jakarta, Minggu (12/2/2017) sore. Dari angka yang dipublikasi Agus-Sylvi Rp 68 M, Ahok-Djarot Rp 60 M dan Anis-Samdo Rp 62 M. Berikut penjelasan masing masing tim sukses, seperti dikutip kumparan.com
Untuk Seragam Agus-Sylvi
Untuk Tim pasangan calon gubernur Agus-Sylvi, dimana dalam laporannya, pengeluaran terbesar tercatat ada pada alat peraga kampanye.
“Biaya alat peraga seperti spanduk, kaos, dan sebagainya itu Rp 16 miliar atau 24 persen dari total pengeluaran,” kata Bendahara Umum Tim Pemenangan Agus-Sylvi, Gatot Suwondo.
Gatot menyebut, total penerimaan dana kampanye mereka adalah Rp 68 miliar, selama masa kampanye. Sumbangan dari Agus dan Sylviana Rp 430 juta, dari partai pendukung (Demokrat, PAN, PPP dan PKB) masing-masing Rp 750 juta.
Lalu sumbangan individu sebanyak 143 orang dengan nilai total Rp 6,6 miliar. Paling banyak sumbangan dari kelompok ada 109 kelompok dengan total Rp 52,5 miliar dan 13 badan usaha sebanyak Rp 6,3 miliar.
Nah, dari total penerimaan dana kampanye Rp 68 miliar itu, Agus-Sylvi paling banyak keluar uang untuk menggelar beragam pertemuan. Baik kampanye terbatas, tatap muka hingga kampanye akbar.
“Kalau digabung mencapai 41 persen dari pengeluaran,” terang Gatot.
Lalu Rp 15 miliar dikeluarkan untuk kegiatan-kegiatan lain yang tidak melanggar aturan.
“Misalnya, untuk saksi di dalam dan luar TPS. Mereka diberi uang saku untuk makan, transport, dan pulsa,” kata Gatot.
Sisa Dana Ahok-Djarot
Sedangkan Tim Kampanye pasangan Ahok-Djarot merilis total penggunaan dana kampanye setelah berakhirnya masa kampanye pada Sabtu (11/2) kemarin. Dalam laporannya, ada Rp 1,7 miliar dana yang akan diserahkan ke negara karena tanpa surat pernyataan atau identitas.
” Ada sekitar Rp 1,7 miliar dana yang tidak lengkap formnya, akan kita serahkan ke kas negara,” kata Bendahara Tim Pemenangan, Charles Honoris, di Rumah Pemenangan Borobudur, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (12/2/2017).
Angka itu secara rinci adalah Rp 1.772.030.825. Selain itu, ada Rp 22.139.420 dana yang diperoleh dari bunga Bank. Soal ini, tim bendahara akan berkonsultasi lebih dulu dengan KPU untuk tindaklanjutnya.
Dana kampanye yang berhasil dikumpulkan sejak 1 November hingga 11 Januari itu adalah Rp 60.190.360.025 (Rp 60,1 miliar). Dana dikumpulkan sebagian besar dari gerakan ‘Kampanye Rakyat’.
” Sebanyak 9910 NPWP perseorangan menyumbang Rp 42,9 miliar, sedangkan 83 badan hukum swasta menyumbang Rp 15,4 miliar,” paparnya.
Dari dana masuk Rp 60,1 miliar, menurut Charles, pengeluaran terbesar adalah penyebaran bahan kampanye sekitar Rp 24 miliar (35 persen). Diikuti oleh pertemuan-pertemuan terbatas dan tatap muka yang menghabiskan Rp 16 miliar (26 persen).
Sandiaga Aja Rogoh Rp 62 M
Tim pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno turut melaporkan dana kampanye mereka ke KPU DKI Jakarta. Dalam laporannya, total dana kampanye yang diterima sepanjang masa kampanye sebesar Rp 65,3 miliar.
Dalam laporan dana kampanye Anies-Sandi, Minggu (12/2), penerimaan dana kampanye terbesar (Oktober 2016-Februari 2017) berasal dari Anies dan Sandi. Yaitu dari Sandi Rp 62,8 miliar dan Anies Rp 400 juta.
Lalu dari Partai Gerindra Rp 750 juta dan PKS Rp 350 juta atau Rp 1,1 miliar dari partai pendukung. Sisanya sumbangan pihak lain badan hukum swasta Rp 0,9 miliar.
Dana itu lalu habis sebesar Rp 64,4 miliar untuk berbagai macam pengeluaran. Mulai dari pertemuan-pertemuan, penyebaran bahan kampanye, kegiatan lain yang tak melanggar, dan operasional.
Secara rinci, pengeluaran untuk bahan kampanye menghabiskan dana Rp 19,2 miliar, mulai dari pin hingga bendera. Berikut rinciannya:
Lalu pengeluaran yang sifatnya kegiatan lain yang tak melanggar menghabiskan Rp 19 miliar.(kumparan.com). foto istimewa liputan6.com






























