NEWS VIDEO : Kapoda Kepri Ungkap Modus Pungli Mengakar Di ASDP Batam

602

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Konfrensi Pers terkait Operasi Saber Pungli di Pelabuhan Telaga Punggur – Batam, dipimpin oleh Kapolda Kepri, Ketua UPP Provinsi Kepri, kejaksaan Provinsi Kepri, Kabidhumas Polda Kepri, Kapolresta Barelang, serta unsur terkait, di Gedung Polresta Barelang – Batam. Kamis (20/04/2017).

Berawal dari informasi dari masyarakat bahwa telah terjadi indikasi Pungli di pelabuhan penyeberangan Roro telaga Punggur, Nongsa – Batam, atas informasi tersebut dilakukan penyelidikan untuk mengetahui kebenaran informasi tersebut.

Selanjutnya penyidik Polresta Barelang (Rabu, 19/04/2017), melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap pelaku, disaat setelah menerima uang dari pengguna jasa pelayaran (saksi) atas pembayaran tarif muat kendaraan yang sebelumnya telah terlebih dahulu masuk tanpa menggunakan tiket ke Kapal roro KMP Lome tujuan Tanjung Balai Karimun.

Honda Capella

Lihat Video saat Konfrensi Pers Kapolda Kepri:

 

Kepada para awak media, Kapolda Kepri, Kapolda Kepri Irjen Pol Drs. Sam Budigusdian, MH, mengatakan, “dari operasi tangkap tangan didapati dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka nama inisial FRM dan DA, yang mana kedua orang ini merupakan oknum Pegawai BUMN ( PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Batam)”.

“Modus yang mereka gunakan dilapangan, selain menaikkan kendaraan tanpa menggunakan tiket, dengan cara menilai golongan kendaraan dan menaikkan harga golongan tarif tiket ke golongan tarif tiket yang lebih tinggi”. Ungkapnya

Barang bukti yang berhasil diamankan, Satu unit Brangkas, Daftar Manifest Kendaraan, Tiket Terpadu Pelabuhan Penyebrangan dan Sejumlah uang sekitar puluhan juta rupiah.

“Melalui wawancara singkat tadi, dari pengakuan tersangka uang pungli tersebut sebagian ada yang diberikan kepada atasannya (manager) setiap bulan sebagai uang rokok katanya, untuk itu kita tetap akan melakukan pengembangan kasus ini tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru”. Tambah Kapolda

Atas perbuatan kedua tersangka​ pasal yang dilanggar Tentang Tindak Pidana Korupsi, Pasal 2 ayat 1, pasal 3, 5, 11 UU No. 31, dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 7 tahun, serta denda minimal Rp 200 juta dan Maksimal Rp 1 Milyar. (Andi Pratama)

FANINDO