WARTAKEPRI.co.id, NATUNA – Paska terjadinya insiden duka meledaknya bom saat gladi bersih latihan tempur Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) di Tanjung Datuk, Natuna menjadi perhatian dunia. Dari data dan korban yang meninggal dijelaskan ada 10 nama dan empat diantaranya meninggal.
Suasana kesibukan terlihat di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Natuna. Hingga Rabu sore, terlihat Bupati Natuna Hamid di Rumah Sakit, Rabu (17/5/2017).
Cuaca mendung terlihat di kota Ranai Natuna. Kesibukan sejumlah prajurit TNI masih terlihat jelas.
Kejadian tersebut diperkirakan pukul 11.00 WIB. Sebuah meriam buatan China Chang Chong dikabarkan meledak di tempat dan melukai serta menewaskan prajurit yang berada di sekitar meriam tersebut.
Cerita duka ini, tentu menimbulkan rasa simpati yang mendalam. Bahkan, ada informasi kalau salah satu prajurit yang gugur, istrinya ternyata baru melahirkan anak yang ditinggal bertugas.
” Sangat sedih mendengar ceritanya dan ternyata prajurit yang gugur ada istrinya baru melahirkan anaknya,” tutur seorang prajurit yang terdengar oleh wartawan WartaKepri di Natuna.
Kepri Media Group Turut Berduka
Atas kejadian ini, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepri sangat berduka dengan kejadian yang menimpa anggota TNI AD saat melaksanakan tugas negara, mengikuti latihan perang di pulau terluar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Rabu (17/5/2017) siang tadi.
Ketua PWI Kepri, Ramon Damora didampingi Ketua Dewan Kehormatan PWI Kepri Candra Ibrahim dan Wakil Ketua PWI Kepri Bidang Hubungan Antar Lembaga, Novianto menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya untuk keluarga besar TNI dan terkhusus kepada keluarga prajurit-prajurit TNI yang gugur di medan latihan serta yang terluka.
“ Pers Kepri berduka sangat dalam atas musibah yang menimpa keluarga besar TNI dalam insiden yg terjadi di sela-sela latihan militer siang tadi di Tanjungdatuk, Natuna,” ungkap Ramon Damora seperti dilansir batamclick.com (Kepri Media Group) Rabu (17/05/2017).
Dikatakan Ramon Tak ada kesedihan yang lebih memilukan rasanya, selain melihat empat personel TNI gugur, dan belasan lainnya terluka, di medan tugas di Natuna, sebuah wilayah yang menjadi pertaruhan kita bersama pada hari ini untuk membuktikan rasa hormat yang tinggi pada kedaulatan NKRI.
“ Untuk itu kami berdoa agar keluarga korban senantiasa diberi ketabahan,” sambungnya.
Tanpa mengurangi simpati atas musibah yang terjadi, Ramon juga harus menegaskan, bahwa segala tindakan yang menghalang-halangi pekerjaan pers untuk mendapatkan informasi, tidak pernah bisa dibenarkan. (*)
Sumber / Video : WA Group
Editor : Dedy Suwadha






























