Penerawangan Ki Rogo Sejati: Musibah TNI di Natuna, Ada Orang Bunian Tersinggung

PKP Online

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Kecelakaan yang terjadi dalam rangka kegiatan latihan tempur TNI di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau memang terkesan beruntut. Kecalakaan itu pun memakan korban jiwa, putra-putra terbaik bangsa.

Masih segar di ingatan kita bagaimana Wasslog Div 1 Kostrad, Letkol Ibnu Hudaya meninggal dunia, setelah mobil yang ditumpanginya bertabrakan dengan truk NPS Ki C Yonif 136/RK yang disopiri oleh Praka Lismadi, Yonif 136/RK, di jalan raya daerah Batu Gajah, Natuna, Selasa (25/4/2017) silam.

Belum hilang awan duka yang menyelimuti keluarga besar TNI AD tersebut, kemarin insiden berdarah kembali terjadi saat gladi bersih latihan PPRC (Pasukan Pemukul Reaksi Cepat) di Tanjung Datuk Natuna.

Dalam kecelakaan ini, empat anggota TNI AD gugur, setelah peluru dari meriam Giant Bow type 80, kaliber 28 mm, buatan Cina, hilang kendali hingga menembak sejumlah anggota yang berada di sampingnya.

Kapten Heru dan empat prajurit tak terselamatkan, sedangkan enam lainnya mengalami luka berat dan ringan yang harus dirwat instensif di rumah sakit.

Ada apa sebenarnya di Natuna? Benarkah kecelakaan saat latihan yang melibatkan korps TNI AD hanya sebuah kelalaian? Atau ada faktor X yang menyebabkan hal tersebut?

Paranormal kondang Kepri, Ki Rogo Sejati mencoba melakukan penerawangan terhadap kedua kasus kecelakaan tersebut.

“ Dari pandangan saya, ada yang terlupakan oleh penyelenggara latihan itu,” ujarnya saat dihubungi batamclick.com (Kepri Media Group), Kamis (18/5/2017) siang.

Menurut Ki Rogo, Natuna merupakan salah satu daerah yang sakral dan kental dengan aura mistis di antara daerah-daerah lainnya di Kepulauan Riau.

“Di Natuna itu ada Kerajaan Bunian (mahluk halus) tertua dan terbesar,” untkap Ki Rogo.

Dijelaskannya, pihak penyelenggara kegiatan latihan perang di Natuna, sepertinya terlupa untuk melakukan Ritual Bumi.

Ritual Bumi yang dimaksud oleh paranormal berambut gondrong ini, seperti ritual penanaman tumbal tanah dan pembersihan areal dari energi negatif.

“Ya, kita tidak bisa pungkiri, bahwa yang ghaib itu ada dan mereka menempati tempat-tempat tertentu, seperti kita juga,” jelasnya.

di katakan Ki Rogo, tempat yang saat ini dijadikan lokasi latihan tempur, merupakan salah satu perkampungan Bunian.

“Mereka merasa terganggu dengan kegiatan tersebut, sebenarnya jika sejak awal sudah dilakukan Ruwatan Bumi, saya yakin mereka (mahluk Bunian) itu bisa faham dan tidak akan menggenggu,” ujar Ki Rogo.

Presiden Paranormal Nusantara ini juga menyarankan agar pihak penyelenggaran latihan tempur, secepatnya melakukan Ruwatan Bumi, sebelum terjadi insiden lagi.

“Tak ada kata terlambat, kita ini hidup berdampingan, hanya saja kita tak bisa melihat mereka secara kasat mata, tapi kita harus menghormati mereka, menjalin kerukunan dengan mereka,” anjur paranormal nyentrik ini. (novianto)

Komentar Anda

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel