Wartakepri.co.id, Batam – Masyarkat Batam mulai resah dan mulai muak berurusan dengan kantor Imigrasi Kelas 1 Batam.
Penerapan sistem online yang amburadul ditambah dengan SDM yang tidak profesional, menjadikan warga kambing hitamnya.
Sesulit apakah mengurus paspor di Batam.?
Pertanyaan ini diungkapkan dari seorang Hetdin Manurung, SH.MH. Menurutnya, masyarakat antri dari pukul 03.00 dini hari untuk mendapatkan kesempatan pada baris pertama agar dapat memiliki pasport NKRI.
Namun sangat disayangkan, karena pihak Imigrasi Batam tidak profesional menjalankan sistem, yang seharusnya masyarakat mudah mendapatkan dokument pribadi malah makin sulit.
Pemerintah dalam hal ini terkesan ada pembiaran, dan tidak ada keinginan mempermudah warganya dalam pengurusan paspor. Inilah kenyataan dilapangan, seharusnya ini sudah tidak terjadi lagi. Kata Hetdin Manurung, SH.MH, Rabu (14/6/2017) malam.

Saat dikonfirmasi dengan Kepala Imigrasi Batam, Teguh Prayitno SH mengatak : Imigrasi Batam sedang membangun ULP (Unit Layanan Paspor) berupa layanan khusus untuk masyarakat yang akan memohon paspor dan tempatnya terpisah dari Kantor Imigrasi.
“Ini upaya kami untuk memecah konsentrasi pemohon paspor agar tdk terkonsentrasi hanya dikantor imigrasi saja,” kata Teguh, pada wartakepri.

Lanjutnya, sejak menjabat sebagai Kepala Kantor Imigrasi pada bulan Nopember 2016, kebijakan awal saya adalah melarang para calo dan pengurus jasa keimigrasian untuk beroperasi di Kantor Imigrasi Batam. Dan meminta masyarakat harus datang langsung tanpa perantara untuk dapat kami layani.
Kemudian, kami tidak mentolelir calo dan pengurus jasa keimigrasian untuk masuk tempat pelayanan paspor. Dan kami tidak ada memberikan peluang kepada calo, karena kami tidak akan memberi peluang para calo utk beroperasi didalam halaman kantor Imigraai Batam. Ungkap Teguh
( Nikson Simanjuntak )






























