Sales Daihatsu, Yansen Matulesi Gelapkan Uang Dealer PT Robi Tasniem Rp1.54 Milyar

779

Wartakepri.co.id, Batam – Kasus penggelapan uang customer Dealer PT Robi Tasniem sebesar Rp1,54 milyar, dengan terdakwa Yansen Matulesi selaku sales marketing Dealer PT Daihatsu cabang Batam.

Selama 1 tahun 3 bulan terdakwa Yansen Matulesi bekerja di daeler PT Daihatsu Batam, mampu menggelapkan uang konsumen sebesar itu. Sehingga perbuatan terdakwa dikenai pasal 372 KUHP.

Jaksa Penuntut Umum ( JPU ), Samuel Pangaribuan SH menghadirkan Direktur PT Adira Finance, Zulkifli. Dalam keterangannya mengatakan terdakwa Yansen merupakan Sales dari daeler PT Daihatsu cabang Batam. Pada 22 Mei 2017 mendapat informasi dari nasabah, uang DP pembelian mobil yang diserahkan PT Robi Tasniem tidak diserahkan pada pihak Daihatsu namun pada terdakwa Yansen.

Sebanyak 8 (delapan) konsumen yang diajukan ke Dealer PT Robi Tasniem dengan total dana sebesar Rp1, 54 milyar. Saat itu saya sudah pertemukan antara terdakwa dengan Robi Tasniem selaku direktur dealer tersebut. Namun informasi tidak ada kesepakatan untuk mengembalikan dengan alasan uang terdakwa tidak ada. Ungkap Zulkifli, Selasa (20/6/2017) di ruang persidangan PN Batam.

Sementara, saksi Alek Budiyanto selaku kepala cabang Daihatsu dan Dedi Alfian Siregar marketingnya juga dihadirkan di persidangan. Menurut Alek, terdakwa Yansen mengeluarkan 4 unit mobil dari gudang tanpa ada dokumen pembelian maupun dari konsumen.

Setelah ditelusuri ada kesalahan prosedur yang dikeluarkan petugas gudang, dimana dokumen order pengiriman mobil untuk 4 mobil tersebut tidak ada di kantor. Kemudian menelusuri ke PT Robi Tasniem dan akhirnya diketahui pelakunya adalah terdakwa Yansen.

“Terdakwa Yansen mengakui ada melakukan transaksi antara Robi Tasniem dengannya sebanyak 4 unit mobil,” ujar Alek

Atas ditemukannya kasus ini maka mobil yang sempat keluar ditarik kembali. Dan
Uang dari dua konsumen sudah di kembalikan Yansen, namun uang dari Robi Tasniem belum sama sekali. Disamping itu ada Dua konsumen fiktif dimainkan terdakwa.

“PT Daihatsu Astra mengalami kerugian yang awalnya mobil baru menjadi mobil bekas, karena 1 unit mobil pemakainnya sudah sampai 1000 km,” kata Alek Budiyanto.

Kemudian, saksi Siregar yang juga marketing Daihatsu mengatakan, terdakwa
Yansen minta tolong minjamkan rekening. Saat itu karena sudah terpepet katanya, maka nomor rekening saya berikan dan uang pun ditariknya.

“Saat itu, saya yang penjet pin ATM dan terdakwa yang melakukan pengambilan uang dengan jumlah penarikan Rp 9,9 juta dari 35 juta. Lalu sisanya ditranspernya ke beberapa orang lagi,”tegas Siregar.

Atas keterangan kedua saksi, terdakwa Yansen membenarkan dan mengaku bahwa uang tersebut digunakan untuk menutupi uang konsumen yang dipakainya selama setahun lebih. Uang sebanyak Rp 1,54 milyar dari PT RobiTasniem. Namun Yansen sempat berkilah bahwa uang yang dipakainya hanya Rp 304 juta, dan 200 juta digunakan untuk keperluan sendiri. Kilahnya.

PT Adira Finance Laporkan Direktur PT Robi Tasniem ke Polresta Barelang

Wartakepri.co.id, Batam – Direktur PT Adira Finance melaporkan direktur dealer PT RobI Tasniem ke Polresta Barelang pada bulan Mei 2017 lalu, terkait penipuan dan penggelapan uang yang sudah disetorkan pada Robi.

” Saya telah laporkan Robi selaku direktur PT Robi Tasniem yang menggelapkan uang saya sebesar Rp1,54 milyar. Uang saya serahkan namun jaminan sebagai perjanjian untuk pembiayaan perkreditan mobil tidak diserahkanya pada Adira Finance,” tegas Zulkifli.

PT Adira Finance melakukan pembiayaan pada PT Robi Tasniem bukan pada PT Daihatsu atau kepada terdakwa Yansen. Sehingga yang merugikan saya itu adalah PT Robi Tasniem. Kata Zulkifli.

( Nikson Simanjuntak )

Honda Capella

FANINDO