BNNP Kepri Ringkus Kurir Sabu Seberat 1208 gram dari Malaysia

BNNP Kepri Meringkus Kurir Pembawa Sabu Seberat 1208 gram
WartaKepri, BNNP Kepri Meringkus Kurir Pembawa Sabu Seberat 1208 gram

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepulauan Riau ( BNNP Kepri ) mengungkap 1 (satu) kasus peredaran gelap Narkoba yang terjadi di wilayah Kepulauan Riau, barang bukti narkotika yang disita Sabu seberat bruto 1208 (seribu dua ratus delapan) gram dengan jumlah tersangka 1 (satu) orang, Sabtu (27/1/2018).

Kepala BNNP Brigjen Pol Drs. Richard M. Nainggolan mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada narkoba jenis sabu yang akan diselundupkan dari Batam menuju Palembang, pihak BNNP Kepri melakukan penyelidikan terkait hal tersebut.

” Menemukan orang yang dicurigai membawa sabu tersebut. Kemudian sekira pukul 17.30 Wib di pinggir jalan depan Perumahan Bida Asri I, Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau petugas BNNP Kepri mengamankan 1 (satu) orang laki-laki atas nama M (27 Thn) WNI, setelah dilakukan penggeledahan petugas menemukan narkotika golongan I jenis Sabu seberat bruto 1.208 (seribu dua ratus delapan) gram di dalam tas yang dibawa tersangka,” ungkapnya Richard Selasa (30/1/2018).

PKP EXPO

Diterangkannya, modus yang dilakukan pelaku adalah sabu tersebut di sembunyikan dalam sebuah ordner atau map tebal untuk menyimpan surat-surat, kemudian ordner yang sudah terdapat Sabu tersebut di masukkan ke dalam rongga tas dan dijahit kembali.

Dari hasil interogasi terhadap tersangka diketahui Sabu tersebut berasal dari Malaysia yang dibawa Saudara TN (DPO) dan S (DPO) dan diserahkan kepada saudara M yang akan mengantarkan Sabu tersebut kepada Saudara MA (DPO) di Palembang, sedangkan pengendali M adalah saudara N (DPO) yang berada di Aceh.

BACA JUGA NEWS VIDEO : Seperti Apa BNNP Kepri Musnahkan Sabu dan Ganja, Ini Videonya

“Petugas BNNP Kepri kemudian membawa tersangka ke kantor BNNP Kepri untuk dilakukan pengembangan kasus dan proses hukum,” sebutnya.

Tersangka M juga merupakan pengguna narkoba aktif, narkoba yang dibawanya juga dipakainya sebanyak 2 gram.

“Jadi selama di Batam narkoba yang dibawanya dibukanya dulu dari tas kemudian dipakai lalu dimasukannya lagi dan dijahit kembali. Atas perbuatannya tersebut tersangka M dikenakan pasal 114 ayat (2), pasal 112 ayat (2) UU RI No.35 Tahun 2009 dengan hukuman maksimal hukuman mati atau seumur hidup,” bebernya. (adit)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

GALERI 24