Mulai 1 Mei, Guru Honor Pemko Batam Iuran Rp 100 Ribu Untuk BPJS Ketenagakerjaan

188
BPJS KETENAGAKERJAAN dan Guru Batam

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Mulai 1 Mei mendatang, guru honorer di lingkungan Pemerintah Kota Batam akan terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Kepala Bidang Pemasaran Penerima Upah BPJS Ketenagakerjaan Batam Nagoya, A Fauzan mengatakan untuk guru honorer ini ditawarkan tiga program.

Yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), dan Jaminan Hari Tua (JHT).

” Iurannya itu kita berikan di angka Rp 100 ribu. Nantinya mereka juga akan mendapatkan perlindungan dasar serta tabungan. Artinya iuran yang mereka bayar akan dikembalikan lagi dalam bentuk tabungan,” kata Fauzan dalam Sosialisasi program dan manfaat BPJS Ketenagakerjaan bagi guru Honorer se-Kota Batam di Pacific Palace Hotel Batam, Rabu (18/4/2018).

Ia mengatakan tabungan ini tidak akan hilang. Dan bisa diambil atau dicairkan setelah tidak lagi menjadi guru.

Sosialisasi ini diikuti 400 orang. Terdiri dari kepala sekolah tingkat SD dan SMP negeri di Kota Batam. Serta satu perwakilan guru honorer dari tiap sekolah.

Fauzan mengatakan jumlah guru honorer yang ada yakni 2.079 orang. Saat ini pihak sekolah sedang membuat sistem pembayaran.

“Apakah nanti langsung potong dari gaji atau bagaimana. Kita berharap pembayarannya kolektif, tidak satu satu, biar lebih mudah, karena jumlahnya yang banyak,” kata dia.

Menurutnya hampir seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Batam sudah mendaftarkan tenaga harian lepas (THL) atau honorernya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaa. OPD yang memiliki honorer dalam jumlah besar antara lain Dinas Lingkungan Hidup, Satpol PP, Dinas Perhubungan, RSUD Embung Fatimah. Dan tenaga honorer mereka sudah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan.

“Hampir seluruh OPD sudah terdaftar. Tinggal guru yang belum. Mereka minta sosialisasi dulu, jangan langsung daftar, makanya kita hari ini sosialisasikan manfaatnya,” tutur Fauzan.

Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin mengatakan saat ini iuran BPJS Ketenagakerjaan dibayar sendiri oleh guru honorer dan THL lainnya. Pemerintah Kota Batam belum bisa menganggarkan iuran BPJS Ketenagakerjaan karena kemampuan APBD yang terbatas.

” Tenaga honor, THL kira lumayan banyak. Sementara APBD masih terbatas. Maka belum bisa kita bayarkan iurannya. Tapi lihat nanti kebijakan Pak Walikota, apabila APBD kita sudah cukup, bisa saja kita anggarkan,” kata dia.

Meski begitu, Jefridin mengimbau untuk seluruh THL agar mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan ini. Karena banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan dengan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

” Sangat banyak sekali manfaatnya. Luar biasa. Jadi kalau bisa ikut. Karena ini membantu individu juga,” sebutnya.

Pada sosialisasi ini juga diserahkan santunan atas program JKM dan JHT untuk dua peserta. Penerimanya yaitu Siti Fatimah selaku ahli waris dari peserta atas nama Eko Parsudi dengan nilai santunan Rp 31.313.460. Dan santunan Rp 44.610.560 diberikan kepada Sofiah, ahli waris peserta atas nama Daniel Kasa.(*)

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO Combo Sakti Telkomsel