Pesan Bupati Natuna ke TNI Polri agar Waspada Selama Operasi Ketupat Seligi 2018

480
Operasi Ketupat Seligi 2018

FANINDO

WARTAKEPRI.co.id, NATUNA – Sinergitas dan soliditas TNI dan Polri harus senantiasa terjaga dalam rangka mengawal dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Selain mengawal dan mempertahankan NKRI, Sinergitas TNI-Polri dan Pemda Natuna juga sangat diperlukan untuk mengisi pembangunan dan membangun suasana yang tertib, aman dan nyaman bagi masyarakat Kabupaten Natuna, terlebih pada saat perayaan Hari Raya Idul Fitri 1439 H yang akan datang. Bupati Natuna H.Hamid Rizal bertindak langsung sebagai Inspektur Upacara (Irup).

Dalam kesempatan apel itu juga disaksikan oleh Kapolres Natuna AKBP Nugroho Dwi Karyanto, Danlanud RSA Kolonel (Pnb) Prasetya Halim, Dandim 0318/Natuna Letkol (Inf) Yusuf Rizal, Danlanal Ranai Kolonel Laut (P) Harry Setyawan dan sejumlah tamu undangan lainnya.

Adapun peserta pasukan yang terlibat dalam apel gelar pasukan itu, diantaranya Polres Natuna, jajaran TNI AD, AL, AU, Satpol PP, Basarnas, Dishub Natuna serta Dinas Kesehatan Natuna.

Sebelum membacakan amanat Kapolri Jendral Tito Karnavian, Bupati Natuna didampingi Kapolres Natuna, Dandim, Danlanal, Danlanud melakukan pemeriksaan pasukan sekaligus pemasangan pita tanda peserta operasi Ketupat Seligi Tahun 2018.

Dalam amanat Kapolri yang dibacakan oleh Bupati Natuna Hamid Rizal, mengatakan gelar pasukan dilakukan secara serentak di seluruh Kapolda se-Indonesia. Melibatkan lebih kurang 30.000 pasukan. Bupati juga meminta agar peran intelijen terus ditingkatkan guna menangkal tindakan terorisme.

“Akhir-akhir ini, tindakan terorisme kerap terjadi menuntut semua pihak harus waspada untuk meredam aksi-aksi teror agar tidak terjadi,” ujar Hamid Rizal.

Salain itu, pengamanan tempat ibadah juga menjadi prioritas dalam rangka memberi rasa aman kepada umat muslim yang akan melaksanakan ibadah sholat Idul Fitri Idul Fitri 1439 hijriyah.

Sementara itu, Kapolres Natuna, AKBP Nugroho Dwi Karyanto usai apel mengatakan, kondisi kamtibmas di Natuna tergolong kondusif. Meski demikian kewaspadaan tetap harus terus ditingkatkan.

Nugroho menambahkan, dalam pengamanan operasi ketupat seligi tahun ini, pihaknya menerjunkan 80 orang personel serta dukungan dari satuan TNI. Kemudian, untuk pengamanan di pulau-pulau menyesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi dilapangan.

Hal senada sampaikan Danlanud, Operasi Ketupat Seligi 2018 di wilayah hukum Polres natuna, Komandan Lanud Raden Sadjad Kolonel Pnb Prasetiya Halim, S.H, menegaskan bahwa untuk arus mudik lebaran 2018 bagi warga masyarakat Kabupaten Natuna khususnya jalur udara, sampai saat ini belum ada kendala yang signifikan.

Danlanud juga menambahkan, dalam kaitan Sinergitas TNI – Polri dan Pemda Natuna, Lanud Raden Sadjad memberikan dukung dan berperan dalam Operasi Seligi 2018 ini telah sesuai dengan perintah UU No 34 tahun 2004 tentang TNI.  

Dimana falam Undang-Undang tersebut jelas dinyatakan bahwa peran TNI dalam Operasi Militer Selain Perang salah satunya adalah memberikan bantuan terhadap tugas Pemerintah Daerah.

Di sisi lain, agenda rutin dalam rangka memberikan jaminan keselamatan, keamanan dan kenyamanan arus mudik lebaran 2018 ditandai dengan digelarnya kesiapan pasukan TNI-Polri serta instansi terkait lainnya dalam memberikan segala bentuk pelayanan terhadap masyarakat untuk menikmati suasana Hari Raya Idul Fitri 1439 H.(*)

Laporan Rikyrinovsky
Foto : RSA Raden Sadjad.

Honda Capella