Kurang Disiplin Staf Dinas Pertanian, Inilah Yang Dilakukan Bupati Natuna

249

WARTAKEPRI.co.id, NATUNA – Tak hanya anak sekolah yang suka membolos, ternyata pegawai Pemerintah pun masih juga melakukan kebiasaan buruk ini. Kamis, (19/7/2018), lalu puluhan oknum PNS tertangkap basah membolos setelah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Natuna, Provinsi Kepri, mendatangi sejumlah kantor dinas.

Wendriady, Kabid Penegak Perda Satpol-PP Kabupaten Natuna, sidak ini digelar untuk menjalankan instruksi Bupati yang diterbitkan dalam rangka sosialisasi Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 8 Tahun 2010, Tentang Hari, dan Jam Kerja, Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna.

Pagi jam kantor bersama Kasi Penegakan Penindakan Satpol PP, Edi Yohanes, dan Kasi Pengembangan SDA Pembinaan Satpol-PP, Kurniyawan serta Kasi Operasi Pengendalian Satpol-PP,  Wan Hari Sanjaya Pratama didampingi Anggota PTI Satpol-PP bergegas mendatangi Kantor Dinas Pertanian.

Sayangnya, kondisi kantor dinas yang terletak di Jalan Datuk Kaya Wan Mohamad Benteng, Komplek Masjid Agung Ranai, pada hari Kamis, tanggal 19 Juli 2018 terlihat sepi aktifitas kantor.

Selain belum adanya aktifitas rutin, sejumlah ruangan kantor juga tampak kosong. Padahal, kehadiran para penegak Perda, disaat berlangsungnya apel pagi, tidak lain adalah ingin menyampaikan amanat Perbup Nomor 8 Tahun 2010 di lingkungan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Natuna.

Meski jumlah ASN/PTT yang hadir, tidak sebagaimana diharapkan, namun tim sosialisasi yang sudah terlanjur melangkah, tetap meneruskan niatnya.

Keinginan kuat penegakan Perda tersebut, akhirnya hanya dapat disampaikan kepada Sekretaris Dinas Pertanian, dan beberapa orang pegawai yang hadir.

Usai menyampaikan sosialisai kepada seluruh yang hadir, tim sosialisasi Perbup kemudian melakukan pengecekan disetiap ruangan, dan mendata jumlah pegawai, serta kehadirannya.

Menurut Wendriady, dari hasil pendataan absensi, tercatat  Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di Dinas Pertanian Kabupaten Natuna, sebanyak 55 orang, Pegawai Tidak Tetap (PTT) 31 orang, total selurunya berjumlah 86 orang. Dari total yang ada, hanya 11 orang hadir, sedangkan 75 orang lagi, diketahui tidak masuk kantor.

“Dengan rincian sebagaimana terlampir dalam daftar absensi, kita catat ada 1 orang sakit, 1 orang cuti, 8 orang dinas dalam, 1 orang dinas luar, 1 orang izin, 63 orang tanpa keterangan,”sebut Wendry.

Masih dikatakan Wendriady ,disaat penijauan berlangsung, Dinas Pertanian diketahui tidak melaksanakan apel pagi. Selama pengecekan, dan pendataan tim hanya didampingi oleh Sekretaris Dinas Pertanian, Sofiandi.

Pegawai yang tidak hadir, tanpa keterangan resmi dianggap TK. Sosialisasi Perbup tidak dilaksanakan, dengan pertimbangan, kehadiran pegawai tidak maksimal.

“Dari hasil tinjauan kita, perlu adanya pembinaan, dan pembenahan ditubuh dinas tersebut,”katanya.

Lanjut Wendriady, sesuai dengan tujuan Perbup, sebagaimana dimaksud pada pasal 2, memastikan akan ada sanksi, dan reward atas pelaku disiplin, dan tidak disiplinnya setiap PNS dan PTT.

Hal itu, akan di tindaklanjuti oleh Kepala Dinas terkait, termasuk BKPP, dan Inspektorat.
“ Kami akan surati BKPP, dan Inspektorat untuk menindaklanjutinya. Penindakan akan kami lakukan setelah sosialisai selesai dilakukan kepada seluruh Organisasi Perangkat daerah (OPD) yang ada, “ cetus Wendriady.

Lebih jauh lagi, Wendriady memastikan, setiap pelanggaran tentunya akan ada sanksi.

“ Jika nanti dalam operasi non yustisi, penegakan Perbup Nomor 8 Tahun 2010 ini kami lakukan, ditemui adanya PNS/PTT yang melanggar.

Tahapan yang kami lakukan sesuai SOP diminta untuk membuat pernyataan tidak mengulangi lagi. Teguran 17 hari, ke-2, 3 hari, dan ke-33 hari. Karena ini baru sebatas sosialisasi yang kita skedulkan sampai dengan hari Kamis tanggal 26 di OPD Komplek NGU, dan perkantoran diluar Kompleks Bukit Arai, “ ujar Wendry. (rikyrinovsky)

Komentar Anda

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO DPRD ANAMBAS DPRD KARIMUN