WARTAKEPRI.co.id, NATUNA – Pemerintah Kabupaten Natuna Bupati Natuna yang diwakili Sekretaris Daerah, Wan. Siswandi bersama beberapa pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait menyambut kunjungan Peserta Diklat Sesparlu (Sekolah Staf dan Pimpinan Kemenlu) Angkatan ke-59 dan melakukan pertemuan di Ruang Rapat Kantor Bupati Natuna Jalan Batu Sisir Bukit Arai, Ranai, Kamis (30/8/2018).
Dalam sambutan pembukanya, Wan Siswandi menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah sangat menyambut baik kunjungan ini, dimana sebagai salah satu wilayah perbatasan NKRI saat ini sedang menyelenggarakan percepatan pembangunan yang merupakan program dari Presiden Republik Indonesia sebagai implementasi Nawacita pembangunan yang dititik beratkan di wilayah pinggiran atau perbatasan.

Adapun tujuan percepatan pembangunan di Kabupaten Natuna, menurutnya adalah upaya penguatan pertahanan Negara yang tidak hanya dititik beratkan pada bidang pertahanan militer semata, melainkan lebih diarahkan pada pendekatan pertahanan ekonomi masyarakat, diantaranya melalui optimalisasi sektor kelautan dan perikanan, sebagaimana yang sudah terealisasi, yaitu pembangunan Sentra Terpadu Perikanan Selat Lampa yang mungkin dapat dijadikan bahan pembelajaran strategi pendekatan ekonomi kerakyatan dan diplomasi antar negara.
Selain itu, Wan Siswandi juga memaparkan bahwa untuk saat ini, sector pariwisata juga menjadi potensi andalan yang sedang digesa promosi dan pengembangannya, dengan melibatkan intervensi program dari Pemerintah Provinsi Kepri dan Pemerintah Pusat, berupa penyelenggaraan event-event taraf nasional maupun internasional untuk meningkatkan jumlah kunjungan pariwisata di Kabupaten Natuna.
Kepada tamu-tamunya, Wan Siswandi menyampaikan terima kasih sudah dikunjungi. Ia pun mengatakan Natuna saat ini tengah menyelenggarakan percepatan pembangunan yang merupakan program dari Presiden Republik Indonesia sebagai implementasi nawacita pembangunan yang dititik beratkan di wilayah pinggiran atau perbatasan.
“Semuanya dilakukan sebagai upaya penguatan pertahanan negara yang tidak hanya dititikberatkan pada bidang pertahanan militer semata. Namun lebih ke pendekatan pertahanan ekonomi masyarakat,” kata Wan Siswadi.
Caranya, melalui optimalisasi sektor kelautan dan perikanan. Yang sudah terwujud adalah pembangunan Sentra Terpadu Perikanan Selat Lampa. Tempat ini, kata Wan lagi, mungkin dapat dijadikan bahan pembelajaran strategi pendekatan ekonomi kerakyatan dan diplomasi antar negara.
Oleh karenanya, Wan Siswandi berharap dengan kunjungan ini, pihak Kementerian Luar Negeri RI juga dapat mendukung upaya percepatan pembangunan sebagaimana yang telah direncanakan, seperti program Geopark maupun optimalisasi sector maritime sebagai sarana diplomasi internasional.
Pada kesempatan yang sama Direktur Sesparlu, June Kuncoro Hadiningrat menyampaikan ucapan terima kasih karena Pemerintah Kabupaten Natuna berkenan menerima kunjungan Sesparlu yang berniat untuk menjadikan daerah ini sebagai salah satu konsep daerah perbatasan yang strategis untuk pembelajaran bagi membangun hubungan antar Negara.
Diketahui sebelumnya bahwa Indonesia telah berhasil memperjuangkan beberapa geopark nasional yang kemudian turut menjadi bagian dari Geopark UNESCO yakni Danau Batur, Gunung Sewu, Gunung Rinjani, dan Ciletuh. Saat ini, Indonesia pun juga sedang memperjuangkan Danau Toba ke dalam jaringan geopark kelas dunia tersebut.
Nantinya, dengan menjadi bagian dari Geopark UNESCO, situs-situs yang ada mampu terjaga kelestariannya dan turut dapat meningkatkan kunjungan turis ke kawasan wisata tersebut.
Lebih lagi, di Natuna terdapat banyak situs berupa batu granit yang berusia lebih dari 100 juta tahun. Aneka situs laut lainnya juga tersedia di Natuna yang bisa dijadikan sebagai geopark maritim.
Selain itu, aspek budaya dan sejarah Natuna juga perlu didalami dan dilestarikan. Seperti halnya seni budaya pantun milik Indonesia yang sedang dalam proses pengajuan untuk menjadi salah satu warisan budaya dunia melalui UNESCO.
Dalam bidang sejarah, Natuna juga menyumbang cerita mengenai jalur rempah nusantara. Hal ini disebabkan Natuna sempat menjadi Bandar Laut Internasional di abad keemasan era Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit.
Upaya untuk menjadikan Natuna sebagai salah satu geopark maritim ini turut didukung oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan Pemerintah Kabupaten Natuna yang ingin menggali Natuna dan perairannya sebagai bagian integral sejarah Indonesia.
Adapun Peserta Diklat Sesparlu angkatan 59 Tingkat Senior kali ini berjumlah 27 orang yang berasal dari tujuh Negara, seperti Kabodja, Vietnam, Peru, Azerbaijan, Guyana, Papua Nugini dan Fiji, dengan rincian 22 orang peserta laki-laki dan 5 orang peserta perempuan, dengan agenda pengumpulan data lapangan sebagai bahan pembelajaran yang nantinya akan diterapkan di negara asal peserta.
(Humas/rikyrinovsky)






























