Catatan Tridiana Mahasiswa Batam Melihat Ekonomi Indonesia di Tahun 2019 Mendatang

Catatan Tridiana Mahasiswa Batam



PKP DREAMLAND

Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia Hampir Mencapai Keberhasilan

WARTAKEPRI.co.id – Indonesia adalah negara yang memiliki potensi ekonomi yang tinggi. Potensi tersebut menjadikan Indonesia mulai diperhatikan dunia internasional. Banyaknya sumber daya alam yang tersedia dari ujung Sabang sampai Merauke menjadikan Indonesia salah satu negara penghasil faktor produksi terbesar di dunia, baik sumber daya manusia maupun sumber daya alamnya.

Kenyataan tersebut seharusnya mampu memperkuat pernyataan bahwa Indonesia mampu mencapai keberhasilan ekonomi dalam 10 tahun mendatang apabila kita mampu memaksimalkan sumber daya yang tersedia dengan sebaik-baiknya.

Kesuburan tanah tropis Indonesia adalah salah satu peluang ekonomi yang perlu dimanfaatkan keberadaanya, dengan harapan agar dalam beberapa tahun kedepan Indonesia mampu menghasilkan bahan pangan yang cukup untuk seluruh masyarakatnya seperti yang pernah terjadi dahulu, bukan menjadi negara yang bergantung pada impor bahan pangan.

Selama beberapa tahun terakhir, Indonesia mampu menjabat prestasi sebagai salah satu negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara dengan sejumlah karakteristiknya yang juga berperan penting dalam menempatkan negara ini di posisi prima agar mampu mengalami perkembangan ekonomi secar apesat.

Terbukti, selama tahun 2017 sampai dengan 2018, Indonesia mampu memimpin perekonomian ASEAN dengan total PDB tertinggi.

Selain itu, peningkatan ekonomi ini tentu didukung juga oleh dukungan kuat dari pemerintah pusat selama beberapa tahun terakhir untuk mengekang ketergantungan Indonesia pada ekspor komoditas (mentah), sekaligus meningkatkan peran industri manufaktur dalam perekonomian.

Pembangunan infrastruktur merupakan tujuan utama pemerintah, dan yang perlu menyebabkan efek multi dalam perekonomian.

Usaha mikro, kecil dan menengah di Indonesia yang bersama-sama berkontribusi 99 persen dari jumlah total perusahaan aktif di Indonesia juga tidak kalah pentingnya. Ketiga sektor ini tercatat menyumbang sekitar 60 persen dari PDB Indonesia dan menciptakan lapangan kerja untuk hampir 108 juta orang Indonesia. Ini menunjukkan bahwa usaha mikro, kecil dan menengah merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia.

Ada tanda-tanda bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia mulai mempercepat lagi setelah perlambatan ekonomi yang terjadi di tahun 2011-2015. Dengan demikian, Indonesia mungkin berada pada awal sebuah masa yang diciri-khaskan pertumbuhan ekonomi yang pesat.

Namun, perlu juga digaris bawahi bahwa Indonesia adalah negara yang kompleks dan mengandung risiko tertentu untuk investasi. Lagipula, dinamika dan konteks negara ini ikut membawa risiko.

Pada tahun 2019, Bank BI memprediksikan bahwa perekonomian Indonesia akan mengalami peningkatan. Bank sentral memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini berada di kisaran 5,1 persen hingga 5,2 persen.

Kebijakan moneter yang cenderung ketat sepanjang tahun 2018 akan berdampak pada perekonomian. Hal tersebut yang membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di bawah proyeksi BI sebelumnya yang sebesar 5,3 persen hingga 5,4 persen sampai akhir tahun.

Angka proyeksi pertumbuhan ekonomi yang sebesar 5,1 persen tersebut juga lebih rendah dari target pemerintah dalam APBN 2019 yang sebesar 5,3 persen. Stagnasi pertumbuhan ekonomi tidak hanya di alami oleh Indonesia saja.

Proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia pun diturunkan menjadi 3,7 persen karena hampir seluruh dunia mengalami perlambatan kecuali AS.

Bahkan China mencatat defisit transaksi berjalan pertama kali dalam 20 tahun terakhir, memang sebagai gambaran China mengalami dampak dari perang dagang.

Belum lagi, kebijakan ekonomi global ke depan mengarah pada pengetatan kebijakan moneter, terutama Bank Sentral Eropa (ECB) yang mulai melakukan normalisasi.

Dari pernyataan diatas, hal ini akan terwujud apabila didukung oleh investasi yang kokoh, inflasi stabil, dan pasar tenaga kerja yang kuat sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai targetnya yang diperkirakan mencapai 5,2 persen tahun ini dan juga pada tahun 2019.

Komitmen Pemerintah Indonesia untuk menjaga stabilitas dengan mengeluarkan kebijakan tegas dan terkoordinasi telah meningkatkan ketahanan Indonesia di tengah naiknya ketidakpastian global.

Proyeksi Bank Dunia tersebut juga tak terlepas dari fundamental ekonomi makro Indonesia yang terbilang kuat dalam kondisi seperti saat ini.

Sementara itu, untuk 2019 mendatang, keberadaan investasi dan pemilu presiden bisa menjadi salah satu kontributor terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Akan tetapi, Indonesia perlu berhati-hati menghadapi berbagai risiko seperti volatilitas nilai tukar.

Kewaspadaan juga harus diperhatikan lantaran penundaan sejumlah pembangunan infrastruktur dapat berpengaruh pada minat investor menanamkan uangnya di Indonesia.

Namun, penundaan investasi sejumlah proyek infrastruktur adalah hal yang baik selama tidak mengganggu infrastruktur yang dinilai penting.

Penopang utama yang menjaga pertumbuhan ekonomi terjaga pada posisi tersebut adalah masih tingginya pertumbuhan konsumsi domestik meskipun terdapat tekanan yang cukup besar dari sisi eksternal dan defisit transaksi berjalan.(*)

Opini Tridiana
Mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Bisnis dan Manajemen.
Universitas Universal.

Editor: Dedy Suwadha



DEWAN PERS WARTAKEPRI PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
PEMKO BATAM
DPRD BATAM
PEMKAB ANAMBAS
DPRD ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD
WIRARAJA