Wartakepri.co.id, Batam – Persoalan Buruh Pasca Penetapan UMK Kepri, Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Batam, menggelar diskusi bersama HRD dan para buruh, yang diwadahi oleh mabes polri dengan melakukan diskusi, dilantai tiga wisma Batamindo, Kamis (13/12/2019).
Kombes Pol Drs. M Soleh Hidayat, kasubdit 3 direktorat sosbud Ba.intelkam polri mengatakan dengan adanya dialog antara HRD dan para buruh serta aliansi dan serikat buruh ini, diharapkan keryawanan yang biasa muncul dalam perencanaan penetapan umk seperti penolakan maupun penundaan pembayaran serta unsur phk tidak terjadi di Batam.
“Kami berupaya mewadahi dengan pola dialog yang selama ini mungkin dari dua tahun yang lalu, kegiatan aksi para buruh di batam ini sangat sporadis, saat ini kita coba mempertemukan buruh dengan HRD, mungkin yang dulu-dulu belum pernah ada, jadi kita kemas dengan kemasan dialog, karna disini ada program hrd sendiri, buruh sendiri” kata M Hidayat.
Alfi Toni ketua konsulat FSPMI Batam dalam dialognya mengatakan upah adalah jantungnya para buruh, sehingga memang setiap tahunnya ribut terkait kenaikan upah, dan diakui bahwa memang baru kali ini ada pertemuan antara buruh dengan HRD.
“Ini jarang terjadi, biasanya hanya HRD forum aja, yunior forum aja, jadi baru kali ini digabungin, jadi begini… kita serikat buruh di Batam, setiap tahun ribuuut terus terkait upah minimum” ungkap alfi toni.
Harapan Konsulat FSPMI, dengan diadakannya diskusi terkait perencanaan kenaikan umk ini, para buruh bisa mendapatkan upah yang layak.
“Kami para pekerja hanya menuntut hak sesuai undang-undang yang berlaku saja, tidak diminta upah yang bikin kaya kok, hanya layak” tutup alfi toni.(*)
Kiriman : Ria






























