Tolong Kondisi Jalan Kayu Natuna Rusak Parah, Pemerintah Ini Tugas Anda!

9

WARTAKEPRI.CO.ID, NATUNA – Kondisi jembatan kayu penghubung antar Desa Setungkuk menuju desa Sedanau Timur, Kecamatan Bunguran Batubi, Kabupaten Natuna, kondisinya sudah sangat rusak parah.

Pasalnya, prasarana transportasi yang membentang di atas Sungai hutan bakau sepanjang kurang lebih 500 meter itu, saat ini dalam kondisi rusak parah.

Lantai jembatan terbuat dari balok kayu sudah banyak yang rusak dan termakan usia, terlihat jembatan sudah mulai roboh dibeberapa bagian. Kondisi ini sangat rawan bagi masyarakat yang melintas, terutama anak-anak sekolah.

“Ini jembatan penghubung antar dua desa, Desa Setungkuk dan Desa Sedanau Timur. Jembatan ini satu-satunya jembatan penghubung bagi masyarakat kami kenapa Pemerintah seakan tutup mata ,”ujar Ari salah seorang warga melintas, Jum’at (18/1/2019).

BACA JUGA..

PKPONLINE PKP DREAMLAND

Kondisi jembatan tersebut bisa lebih parah, jika hujan atau jembatan dalam kondisi basah,  lantai yang terbuat dari kayu itu akan menjadi licin dan sulit tempuh.

Selain itu, rasa cemas selalu menghantui warga yang melintas sebab jembatan terlihat miring dan bisa sajar roboh.

Jembatan ini juga ternyata sudah lama di biarkan rusak oleh pemerintah daerah, proposal sudah di luncurkan setiaptahun, namunrespon dari dinas terkait tak juga ada hasilnya hingga saat ini.

“Tolong Kondisi Jalan Kayu Natuna Rusak Parah, Pemerintah..! Ini tugas anda, kami sudah sering mengajukan proposal usulan perbaikan namun tak ada respon. Dulu bisa lewat motor sekarang untuk jalan kaki saja sudah susah, kasihan liat anak sekolah jalan di jembatan itu,”ucapnya.

Lanjut Ari, ia berharap pemerintah daerah segera memerhatikan dan memperbaiki jembatan tersebut sebelum memakan korban jiwa.

“Sudah selayaknya pemerintah membangun jembatan lebih besar dan permanen untuk kelancaran transportasi masyarakat setempat,” harapnya. (rky)

Komentar Anda

Polling Bakal Pasangan Calon Gubernur Kepri Periode Agustus 2020 versi WartaKepri.co.id

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO