Demo Dalam Rangka Ultah FSPMI Batam Tahun 2019, Buruh Takutkan Revolusi Industri 4.0 – WartaKepri
123 views

Demo Dalam Rangka Ultah FSPMI Batam Tahun 2019, Buruh Takutkan Revolusi Industri 4.0

PKP DREAMLAND

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) menggelar demo sebagai bentuk memperingati hari lahir FSPMI Tanggal 6 Februari. Begitu juga dengan tahun 2019 ini, peringatan hari ulang tahunnya dengan aksi unjuk rasa, Rabu (6/2/2019) di depan kantor Walikota Batam.

Sesuai dengan surat instruksi DPP FSPMI tertanggal 14 Januari 2019, setidaknya ada 7 isu yang akan diusung. Tujuh isu perjuangan yang dimaksud adalah:

(1) Sediakan Lapangan Kerja – Tolak PHK dan Pemagangan.
(2) Tolak Upah Murah, Cabut PP 78/2015 dan Jadikan KHL 84 Item.
(3) Perbaiki Kinerja BPJS Kesehatan.
(4) Regulasi Revolusi Industri 4.0.
(5) Tolak TKA Cina Unskill.
(6) Turunkan Harga Bahan Pokok dan Tarif Dasar Listrik/TDL.
(7) Pilih Capres dan Caleg yang Pro Kaum Buruh.

Inilah 7 isu yang hari ini yang akan disampaikan kepada Walikota Batam Muhammad Rudi. Kata orator demo buruh FSPMI, Andi Saputra.

Untuk Penyediakan Lapangan Kerja – Tolak PHK dan Pemagangan,FSPMI menilai, saat ini ketersediaan lapangan kerja sulit didapatkan. Ironisnya, pada saat yang sama gelombang PHK terus terjadi dan tidak sedikit perusahaan yang hengkang pindah ke negara lain.

Tolak Upah Murah, Cabut PP 78/2015 dan Jadikan KHL 84 Item, Kenaikan upah minimum tahun 2019 di Indonesia rata-rata hanya 8,03 persen. Dengan kenaikan sebesar itu, dipastikan daya beli buruh Indonesia akan turun. Hal ini karena kenaikan upah tidak bisa menutupi kenaikan harga.

Regulasi Revolusi Industri 4.0

Revolusi industri 4.0 berpotensi menyebabkan gelombang PHK baru. Berdasarkan kajian McKinsey Global Institute, sebanyak 52,6 juta lapangan pekerjaan di Indonesia terancam tergantikan otomatisasi. Jumlah 52,6 juta itu setara dengan 52% angkatan kerja Indonesia. Dalam studi terbarunya, lembaga itu memperkirakan sekitar 800 juta pekerja di seluruh dunia akan kehilangan pekerjaan pada 2030.

Saat ini tidak ada upaya yang sungguh-sungguh untuk menyelesaikan kasus-kasus PHK yang terjadi. Jika hal ini dibiarkan, akan semakin banyak buruh yang di PHK. Adapun sektor industri yang akan terancam meliputi garmen, tekstil, elektronik, otomotir, farmasi, industri baja dan semen, dan sebagainya.

Menghadapi dampak yang sedemikian besar, persiapan yang dilakukan Pemerintah dalam hal ini Kementerian Ketenagakerjaan sejauh ini terkesan hanya berkutat pada sosialisi mengenai apa itu revolusi industri 4.0.

Semestinya yang dilakukan Menteri bukan sekedar melakukan sosialisasi, tetapi membuat regulasi terkait revolusi industri dan bagaimana memproteksi agar tidak terjadi PHK besar-besaran akibat revolusi industry.(*)

Video : Vero Aditya
Editor : Dedy Suwadha

Komentar Anda



FANINDO
DEWAN PERS WARTAKEPRI

PEMPROV KEPRI
DPRD BATAM
PEMKO BATAM
DPRD ANAMBAS
PEMKAB ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
DPRD KARIMUN
PEMKAB KARIMUN
DPRD LINGGA
PEMKAB LINGGA