Ditresnarkoba Polda Kepri Bekuk Kurir Sabu Seberat 2.021 Gram Sindikat Malaysia

1
Ditresnarkoba Polda Kepri

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Seakan tidak takut akan ancaman hukuman mati, pria berinitial HD alias LA bermain main dengan menjadi kurir narkoba. HD ditangkap oleh personel Ditresnarkoba Polda Kepri di depan restoran KFC, Tiban 3, Kelurahan Tiban Baru, Sekupang, Kota Batam. Dari pengembangan polisi menyita 2.021 gram sabu.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S Erlangga mengungkapkan, tersangka HD ditangkap pada 12 Februari 2019 sekitar pukul 10.00 WIB. Penangkapannya berawal dari pengembangan kasus tindak pidana narkoba yang dilakukan oleh tersangka PZ.

Pria itu ditangkap saat membawa sabu yang disimpan dalam perut melalui anus, di Bandara Hang Nadim Batam. PZ ditangkap di ruang tunggu keberangkatan pada 23 Januari 2019. Dari situ, polisi melakukan pengembangan. Tersangka mengaku bahwa sabu yang dia bawa diperoleh dari seorang bandar berinisial HD alias LA. Barang bukti akan dibawa ke Lombok.

PKPONLINE PKP DREAMLAND

Pengembangan yang dilakukan polisi berhasil. Tersangka HD pada 10 Februari 2019 diketahui sedang menjemput narkoba di perairan perbatasan antara Kepri (Indonesia) dengan Malaysia.

“Di situ, pelaku mengambil sabu seberat 2.021 gram dari sindikat Malaysia. Barang haram lalu dibawa ke Batam melalui pelabuhan ilegal,” ujar Erlangga.

Dua hari setelah itu, polisi menelusuri keberadaan tersangka HD di Batam. Hingga akhirnya jejaknya berhasil terendus ketika dia berjalan di tepi jalan depan restoran KFC, Tiban 3, Kelurahan Tiban Baru, Kecamatan Sekupang, Kota Batam. Polisi pun tak menyia-nyiakan kesempatan itu.

“Saat itu juga langsung ditangkap. Saat dilakukan penggeledahan, tim berhasil menemukan dua bungkus plastik warna kuning hijau bertuliskan Guanyinwang. Saat diperiksa, isinya berupa serbuk kristal bening diduga narkotika jenis sabu,” papar Erlangga.

Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Kepri Kombes Pol K Yani Sudarto menambahkan, sabu yang disita dari tangan tersangka HD akan diberikan ke beberapa kurir narkoba antar provinsi untuk selanjutnya diedarkan di sejumlah wilayah.

“Sabu tersebut akan diberikan ke kurir. Dari kurir selanjutnya barang haram itu hendak dibawa ke beberapa daerah, yakni Riau, Palembang, Lampung, Jakarta, dan Surabaya. Modus yang biasa digunakan yakni memasukkan di alas sepatu, memasukkan di dalam perut melalui anus dan dibawa menggunakan transportasi udara, laut, dan darat,” ujar Yani.

Ditambahkan Yani, tersangka HD dijanjikan upah oleh pengendali di daerah sebesar Rp40 juta. Saat ini tersangka baru menerima Rp5 juta. “Dia sudah empat kali memasukkan narkotika jenis sabu ke Batam,” ujarnya.

Selain barang bukti sabu-sabu, polisi juga menyita satu tas warna cokelat, satu unit sepeda motor merek Yamaha Mio, handphone Oppo, dan handphone Nokia.

“Bandara sekaligus kurir sabu ini dikenakan Pasal 114 ayat (2) dan atau Pasal 112 ayat (2) UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara 6 tahun dan paling lama 20 tahun,” pungkas Yani. (*)

Editor : Dedy Suwadha

Komentar Anda

FANINDO DEWAN PERS WARTAKEPRI
PEMPROV KEPRI DPRD BATAM PEMKO BATAM DPRD ANAMBAS PEMKAB ANAMBAS PEMKAB BINTAN DPRD KARIMUN PEMKAB KARIMUN DPRD LINGGA PEMKAB LINGGA