Sidang Perdana Pelanggara Pemilu di Kota Batam, Hotman Hutapea: Kesaksian Bawaslu Tidak Benar

617

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Hotman Hutapea yang diketahui sebagai anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau yang juga kembali melakukan pencalonan legislatif (Caleg) dari dapil 5 yang tersandung kasus dugaan tindak pidana pelanggaran Pemilu, menjalani sidang perdananya di Pengadilan Negeri Kota Batam, Kamis (21/03/2019). Hotman diduga melakukan kampanye di Gereja HKBP Munson Lyman dapur 12, Sei Langkai, Sagulung pada awal Januari 2019.

Sidang dengan terdakwa Hotman Hutapea dengan nomor perkara 183/Pid.Sus/2019/PN Btm, dipimpin langsung oleh Majelis Ketua, Jasaer Manulang dan Polosoa dan Candra. Selain itu Jaksa Penuntut Umum (JPU), Rumondang Manurung, Syamsul Sitinjak dan Friesti Putri Gina.

Empat orang saksi turut hadir dalam ruang persidangan diantaranya Pendeta Gereja HKBP Munson Lyman dapur 12, Andri Tridimensi, Krismas Sihaloho dan Dua orang anggota Bawaslu Kota Batam, Mangihut dan Bosar Hasibuan.

Honda Capella

Dalam persidangan, saksi dari Bawaslu Kota Batam, Bosar Hasibuan mengatakan bahwa atas dasar hasil investigasi Bawaslu Batam, pemeriksaan saksi-saksi diketahui bahwa Hotman Hutapea telah memberikan baju batik, bola voli kepada jemaat gereja saat acara syukuran tahun baru tanggal 16 Januari 2019.

“Terdakwa minta dukungan dari jemaat yang hadir, terdakwa juga menunjukan langsung alat peraga kampanye,” ucap Bosar saat persidangan.

Bosar menerangkan kepada JPU bahwa Baju batik dan bola volli yang dibagikan tidak ditemukan identitas Hotman Hutapea sebagai Caleg.

Hal yang berbeda disampaikan oleh Crismas Sihaloho dalam kesaksiannya yang juga hadir dalam kegiatan syukuran tahun baru tersebut.

“Dapat dipastikan tidak ada surat suara dibagikan. Acara tersebut merupakan acara tahun baru bersama jemaat maka jelas buka kampanye,” ujar Crismas.

Abiden mengaku tidak melihat adanya pembagian baju batik dan bola voli saat acara syukuran tahun baru tersebut.

“Memang benar jam dinding ada foto terdakwa tetapi Jam dinding diambil Bawaslu dari kantin dan dijadikan barang bukti,” ucap Andri.

Saksi lainnya dari Bawaslu yang hadir dalam persidangan Mangihut mengatakan bahwa hasil investigasi dapat dinyatakan Relawan terdakwa yang membagikan alat peraga kampanye.

“Kalau untuk Baju dan bola volli langsung diserahkan terdakwa langsung kepada jemaat,” papar Mangihut.

Dalam kesempatan tersebut terdakwa, Hotman Hutapea menolak kesaksian yang dipaparkan para Komisioner Bawaslu Batam.

“Banyak kesaksian yang diucapkan Bawaslu tidak benar yang Mulia,” ucap Hotman Hutapea.

Hotman mengatakan tidak membagikan alat peraga kampanye dalam acara syukuran tahun baru tersebut. Jam dinding tersebut belum ada saat acara syukuran tahun baru tanggal 16 Januari 2019 kemarin. (*)

Tulisan : Joni Pandiangan

FANINDO