WARTAKEPRI.CO.ID, NATUNA – Wakil Bupati Natuna, Ngesti Yuni Suprapti meninjau SMA Negeri 1 Kecamatan Bunguran Timur Laut yang sedang menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga dan beberapa staf, Camat Bunguran Timur Laut, selasa (2/4) pagi.

Dalam kesempatan tersebut, Ngesti berpesan kepada pihak SMA Negeri 1 Kecamatan Bunguran Timur Laut khususnya, Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga melalui Unit Pelayanan Teknis di Kecamatan agar terus melakukan sosialisasi kepada para peserta Ujian Nasional.
Hal ini penting untuk dilakukan, karena melalui pengenalan sistem pengoperasian Ujian Nasional, sedikit banyak diharapkan dapat berdampak pada minimalisir kesalahan jawaban yang dipilih, sehingga pada gilirannya dapat menghasilkan nilai yang optimal, walaupun hasilnya nanti tergantung pada kesiapan Siswa-siswi itu sendiri.
“Pelaksanaannya sudah baik. Setiap sekolah pun sudah mempersiapkan UNBK ini dengan maksimal. Baik dari segi sarana dan pembekalan bagi siswa-siswinya. Namun sayangnya Komputernya kurang,” ungkap Ngesti, kepada sejumlah awak media.
Namun, kata Ngesti, hal tersebut tidak menjadi penghalang berarti, bagi setiap sekolah untuk melaksanakan UNBK tahun 2019.
Karena, pihak sekolah sendiri telah memberlakukan system bergelombang, bagi setiap anak didiknya yang berjuang pada ujian penentuan kelulusan tersebut.
Wabup menambahkan UNBK ini juga merupakan proses pembelajaran yang pada akhirnya mengukur kemampuan pada siswa dan juga kemampuan guru itu, dapat diterima siswa atau gurunya perlu melakukan evaluasi perbaikan.
Selain itu Ngesti juga meminta kepada kepala sekolah SMA khususnya, agar bisa mengelola keuangan yang didapat dari Provinsi Kepri maupun APBD Kabupaten Natuna secara baik dan sesuai petunjuk teknis dan administrasi, memprioritaskan pembenahan fasilitas pendukung baik fisik maupun instrumen pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan daya serap siswa dalam memahami materi belajar.
Pada kempatan yang sama, Kepala Sekolah SMA N1 Bunguran Timur Laut, Sahidin menerangkan bahwa sekolah yang dipimpinnya saat ini menggunakan 50 unit komputer yang dapat dipergunakan untuk mendukung pelaksanaan UNBK tahun ini.
Fasilitas komputer tersebut diadakan dengan menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah, sedangkan siswa siswi yang ikut UNBK tahun ini berjumlah 49 orang. (Hms,Rky)























