KPK Amankan 13 Tas dan Kardus Berisi Uang Tunai dari Rumah Dinas Gubernur Kepri



PKP DREAMLAND

WARTAKEPRI.co.id, TANJUNGPINANG – Pasca ditetapkan sebagai tersangka kasus suap reklamasi, KPK menggeledah Rumah Dinas Gubernur Kepri, Nurdin Basirun di Jalan Agus Salim, Tanjungpinang, Jumat (12/7) siang. Hasilnya, Penyidik KPK mengamankan 13 tas dan kardus berisi uang tunai dalam pecahan rupiah dan dollar dari rumah dinas Gubernur Kepri non aktif Nurdin Basirun, Jumat (12/7/2019) malam.

Penggeledahan, tim KPK masih berada di dalam rumah dinas Gubernur di Jalan Agus Salim, Tanjungpinang. Beberapa mobil yang digunakan tim terlihat masih terparkir di halaman rumah dinas Gubernur.

Di depan Rumah Dinas Gubernur Kepri non aktif saat penggeledahan petugas KPK. Terlihat beberapa mobil yang digunakan oleh tim KPK terparkir di halaman Rumah Dinas Gubernur. Proses penggeledahan dilakukan tertutup dan awak media dilarang untuk masuk ke halaman Rumah Dinas Gubernur.

Tim KPK mencari alat bukti tambahan untuk melengkapi berkas pemeriksaan kasus suap izin reklamasi di Tanjung piayu, Batam. Sebelumnya Komisi Pemberantasan Korupsi telah menetapkan dan menahan empat orang sebagai tersangka, antara lain, Gubernur kepri non aktif, Nurdin Basirun, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kepri, Edi Sofyan/ Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP Kepri/ Budi Hartono dan Abu bakar, seorang pengusaha yang diduga menyuap Gubernur.

Juru bicara KPK, Febridiansyah mengatakan KPK telah menugaskan Tim untuk melakukan kegiatan penggeledahan di Provinsi Kepulauan Riau hari ini dalam Penyidikan Dugaan Suap terkait izin prinsip dan lokasi pemanfaatan laut, proyek reklamasi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil Kepulauan Riau Tahun 2018/2019 dan Gratifikasi yang Berhubungan dengan Jabatan.

Penggeledahan dilakukan di 4 lokasi, yaitu, Rumah Dinas Gubernur Kepri, kantor Gubernur Kepulauan Riau, Kantor Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Dan Kantor Kepala Bidang Perikanan Tangkap.

“ Dari Rumah Dinas Kepulauan Riau KPK menemukan sejumlah dokumen serta 13 tas dan kardus berisi uang dalam mata uang rupiah dan asing. Kami sedang melakukan proses perhitungan terhadap uang tersebut”, sebut Febridiansyah.(*)

Sumber : GoTV
Editor : Dedy Suwadha



DEWAN PERS WARTAKEPRI PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
PEMKO BATAM
DPRD BATAM
PEMKAB ANAMBAS
DPRD ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD
WIRARAJA