Wartakepri.co.id, NATUNA – Plt. Gubernur Kepri H. Isdianto menutup Funtouristic Festival Natuna 2019 dalam rangka semarak hari jadi kota Ranai ke-148 yang disejalankan dengan festival layang-layang internasional ke-2 yang dilaksanakan sejak 27 Juli 2019. Penutupan sendiri dilakukan, Kamis (31/7).
Mendampingi Plt. Gubernur Asisten I Raja Ariza, Kadispar Buralimar, Kepala BPMD Sardison serta staf khusus Gubernur Saidul Qudri dan Herizal Hood.
Sedangkan dari Pemkab Natuna dihadiri Wakil Bupati Natuna Dr. Hj. Ngesti Yuni Suprapti, Sekda Natuna Wan Siswandi, jajaran FKPD Natuna, kepala OPD Natuna dan yang tak kalah penting hadir
Dua mantan Bupati Natuna Ilyas Sabli dan Daeng Rusnadi.
Dalam kesempatan ini Plt. Gubernur Kepri H. Isdianto menyakan sangat mendukung atas setiap kegiatan kepariwisataan, terutama yang bertujuan mendongkrak dunia pariwisata.
Oleh sebab itu adik mendiang H. Muhammad Sani ini memastikan jika tahun 2020 nanti lomba gasing tingkat Kepri agar dipusatkan di Natuna. Dan semua akibat daripada itu Dinas Pariwisata Kepri yang menanggung seluruhnya.
Untuk kegiatan Fantouristic Festival sendiri Isdianto sangat mengapresiasi. Apalagi didalamnya ada berbagai kegiatan seperti lomba lagu melayu, band, gasing, layang-layang, nyuluh dan bazar.

“Perbanyak iven-iven yang menarik agar lebih banyak turis yang datang ke Kepulauan Riau. Dan jika turis sudah datang mari kita buat mereka nyaman. Dan yang terpenting ingin saya sampaikan jangan antipati dengan budaya asing,” kata Isdianto.
Isdianto memberi semangat dia mengatakan dihadapan masyarakat soal turnamen Gasing tingkat Provinsi kepri dan langsung di amini kepala dinas Parivisata Provinsi Kepri,
“Tahun 2020 Natuna harus bisa menjadi tuan rumah turnamen Gasing tingkat Provnisi kepri, tentu rangkaian even pariwisata ini dalam,” sebut Isdianto.
Apalagi lanjut Isdianto, Kepri memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan untuk menyokong sektor pariwisata. Dari mulai wisata pantai, laut, hutan, kuliner, religi bahkan sejarah, semua ada di Provinsi yang berdiri pada tahun 2002 itu.

“Tinggal kita saja mengelolanya bagaimana. Ini menjadi PR bagi kita semua, baik dari Pemerintah Provinsi maupun tujuh Kabupaten dan Kota yang ada,” katanya.
Isdianto berharap kepada seluruh masyarakat Kepri, khususnya Kabupaten Natuna, untuk selalu ramah dan menghargai setiap budaya orang luar yang datang ke daerah ini.
Sebab, setiap dearah memiliki budaya masing-masing, yang tidak mungkin bisa dirubah.
Isdianto juga berpesan kepada seluruh masyarakat Kepri, agar senantiasa menjaga kebersihan lingkungan, salah satunya tidak membuang sampah kelaut. Karena sampah-sampah yang dibuang kelaut, selain dapat merusak ekosistem, juga akan terbawa arus ke pantai.
“Mari kita sama-sama menjaga kebersihan lingkungan, agar orang luar betah ditempat kita, dan mau datang lagi dengan membawa keluarga dan teman-teman mereka,” pinta Isdianto.(Rky)
























