Resmi Ibu Kota Indonesia Pindah dari Jakarta ke Penajam Kaltim, Ini Pendapat Apindo

Resmi Ibu Kota Indonesia Pindah dari Jakarta ke Penajam Kaltim



PKP DREAMLAND

WARTAKEPRI.co.id, JAKARTA – Presiden Joko Widodo akhirnya telah mengumumkan calon ibu kota negara Indonesia yang baru secara resmi pada Senin, 26 Agustus 2019. Kalimantan Timur terpilih “menggantikan” Jakarta setelah dilakukan kajian mendalam selama tiga tahun terakhir.

“Hasil kajian menyimpulkan bahwa calon ibu kota baru, sebagian di Penajam Paser Utara di kabupaten Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur,” kata Presiden Joko Widodo dalam konferensi pers di Istana Negara.

Keunggulan wilayah tersebut di antaranya dekat dengan dua bandara besar di Balikpapan dan Samarinda, terdapat akses jalan tol Balikpapan-Samarinda, Pelabuhan Semayang Balikpapan, serta infrastruktur air bersih yang cukup.

Ibu kota negara baru yang akan dibangun adalah simbol identitas bangsa dengan visi kota yang smart, green, beautiful, and sustainable, modern dan berstandar internasional, serta mendukung tata kelola pemerintahan yang efisien dan efektif.

Pendapat Apindo Terkait Ibukota Baru di Kaltim

Asosasi Pengusaha Indonesia meminta agar pemindahan Ibu Kota Indonesia dari Provinsi DKI Jakarta ke Provinsi Kalimantan Timur perlu dilakukan secara hati-hati. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani menuturkan pemindahan Ibu Kota ini perlu proposal yang jelas dan cermat.

Pasalnya, anggaran pemindahan Ibu Kita ini sebesar 81% berasal dari BUMN maupun investasi swasta, sedangkan yang menggunakan APBN hanya sebesar 19%. “Kalau murni 100% APBN ya enggak apa-apa, tetapi ini kan sebagian besar dibiayai BUMN dan swasta sehingga pengembalian investasinya harus jelas seperti apa,” ujarnya kepada Bisnis.com, Senin (26/8/2019).

Selain itu, pemerintah perlu memperkuat payung hukum pemindahan Ibu Kota. Hal ini dilakukan agar apabila penyelesaian pembangunan pemindahan Ibu Kota tak sesuai dengan yang ditargetkan selesai pada 2024, pemerintahan selanjutnya dapat melanjutkan.

“Jadi tak berhenti begitu saja. Selama ini kan begitu, seperti KEK Batam, pemerintahan dulu bangun KEK Batam, sekarang enggak jalan,” ucapnya.

Dia menambahkan agar rencana pembangunan dan pemindahan Ibu Kota baru ini tak membuat program-program pemerintah yang lain tak terbengkalai.

“Semua program yang dicanangkan pemerintah sama-sama pentingnya. Kami berharap agar tak ada terbengkalai program lainnya. Jadi jangan fokus di pemindahan Ibu Kota saja,” katanya.

Kendati demikian, Hariyadi mendukung rencana pemerintah untuk memindahkan Ibu Kota ke Kalimantan Timur. Pasalnya, dengan pemindahan ini membuat adanya pertumbuhan perekonomian baru yakni di Kalimantan Timur.

“Ada pembukaan lapangan kerja baru di Kalimantan Timur. Meski pemerintahannya pindah ke Kalimantan Timur tetapi bisnis ya tetap di Jakarta, sama seperti New York dan Washington,” tuturnya. (*)

#Ibukotabaru #KalimantanTimur

Sumber: rilis dan bisnis.com



DEWAN PERS WARTAKEPRI PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
PEMKO BATAM
DPRD BATAM
PEMKAB ANAMBAS
DPRD ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD
WIRARAJA