Terdakwa BP Diduga Penyebab Laka Balita Tewas Divonis Bebas, JPU Kejari Karimun Kasasi

Terdakwa BP Diduga Penyebab Laka Balita Tewas Divonis Bebas, JPU Kejari Karimun Kasasi



PKP DREAMLAND

WARTAKEPRI.co.id KARIMUN – Pengadilan Negeri (PN) Tanjungbalai Karimun menjatuhkan vonis bebas kepada terdakwa B – P dalam kasus Pelanggaran kecelakaan lalu lintas, yang mengakibatkan tewasnya bocah balita Bilqisya Bryliani yang masih berusia 28 bulan tersebut.

Balita Malang warga sungai Lakam Barat, kolong itu tewas setelah lepas dari pengawasan sang ibu lalu menyenggol bagian belakang mobil jeep dengan nomor polisi BP 8 AD yang dikendarai terdakwa B – P pada Selasa pagi 30 April 2019 silam. Atas hal itu, Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Karimun (JPU Kejari Karimun) mengajukan kasasi.

Permohonan kasasi telah diajukan dan ditandatangani oleh Jaksa Penuntut Umum di Pengadilan Negeri dengan Akta Permohonan Kasasi Nomor 3/akta.pid.k/2019/PN.tbk.

Saat dikonfirmasi terkait kasasi yang di ajukan oleh kejaksaan negeri karimun, Ketua Pengadilan Negeri Joko Dwi Atmoko mengatakan bahwa, perkara atas terdakwa B – P oleh Pengadilan Negeri Karimun diputus bebas murni, karena dipersidangan tidak terbukti fakta – fakta yang menyebabkan terbuktinya kelalaian oleh terdakwa.

“Jadi kita bebaskan dan kemarin pihak JPU sendiri sudah menyatakan Kasasi terhadap perkara yang bersangkutan, dan hari ini sudah terkirim via e-Mail kepada kepaniteraan pidana Khusus Mahkamah Agung Republik Indonesia,” ujar Pria asal Boyolali Jawa tengah tersebut.

Lebih lanjut, ketua pengadilan yang pernah bertugas di toli – toli Sulawesi tengah tersebut juga mengungkapkan Kalau memang pihak Kejaksaan Negeri Karimun sudah menyatakan Kasasi, otomatis Putusan Pengadilan Negeri Tanjungbalai Karimun menjadi Zero atau tidak berarti lagi.

“Jadi sekarang yang dipakai adalah menunggu Putusan dari Mahkamah Agung terhadap perkara atas nama terdakwa B -P tersebut, dan Untuk waktunya sendiri Kasasi di Mahkamah Agung berkisar antara tiga sampai lima bulan,” ujarnya.

Sementara itu disela-sela kesibukan, saat dijumpai di ruang kerjanya Kepala Seksi Pidana Umun (Kasi Pidum) Kejari Karimun, Hamonangan Parsaulian Sidauruk mengatakan bahwa pihaknya Menerima dan menghargai hasil dari putusan pengadilan.

“Kejaksaan sendiri mempunyai wewenang, Akan tetapi pokok pembahasannya jangan di pelintir kemana-mana, dan untuk persidangan kali ini keputusan yang dijatuhkan oleh Pengadilan dengan memvonis bebas tentunya tidak sesuai yang diharapkan,” ujar pria yang piawai bermain catur tersebut.

Terdakwa sendiri dijerat Pasal 310 Ayat (4) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dengan tuntutan dari jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan hukuman penjara 2 tahun 9 bulan.

Penegakan hukum yang berdasarkan keadilan sangat dibutuhkan agar tercipta masyarakat yang aman dan damai. Hal ini tentunya menjadi tugas dan tanggungjawab dari para penegak hukum. Untuk menegakkan hukum sendiri, maka dibutuhkan penegak hukum yang mampu dan terampil dalam menganalisis kasus atau kejadian yang terjadi di lapangan secara adil.(*)

Aziz Maulana



DEWAN PERS WARTAKEPRI PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
PEMKO BATAM
DPRD BATAM
PEMKAB ANAMBAS
DPRD ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD
WIRARAJA