Kadin Kepri Siap Dukung Cawako Batam yang Memiliki Program Naikkan Perekonomi Batam 7 Persen

Kadin Kepri dan Apindo Kepri dalam sebuah acara beberapa waktu lalu





WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Kepulauan Riau akan membuat kontrak politik dengan calon Walikota Batam dan Gubernur Kepri 2020. Ketua Kadin Provinsi Kepri Akhmad Ma’ruf Maulana mengungkapkan, Kepri khususnya Batam saat ini membutuhkan pemimpin yang visioner, mampu membangun perekonomian Batam.

“Kita butuh pemimpin yang realita bukan hanya sekadar ‘kosmetik’ untuk menghiasi Pilkada. Fakta bahwa pertumbuhan ekonomi Batam, Provinsi Kepri, tidak bisa diangka 7%. Oleh karena itu, kita mencari pemimpin yang bisa membuat pertumbuhan ekonomi kita meningkat,” ungkap Maruf, Senin (21/10/2019).

Maruf mengatakan perekonomian Kepri saat ini masih di kisaran 4 persen. Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dibutuhkan kemampuan calon pemimpin untuk memberdayakan seluruh potensi yang ada. 

“Pembangunan infrastruktur tidak cukup bila perekonomian kita masih rendah. Buat apa membangun infrastruktur, kalau ekonomi daerah kita nggak tumbuh, industri-industri yang ada tidak berkembang,” ujarnya.

Batam sebagai kawasan strategis berada di jalur perdagangan dunia dan salah satu kawasan industri yang menarik di ASEAN, kata Maruf, harusnya bisa mengambil momentum perang dagang antara Amerika dan China. 

“Minimal kita bisa mendapatkan limpahan industri atau perusahaan dampak dari perang dagang ini. Tidak perlu banyak, cukup tiga atau empat industri sudah lumayan,” ungkapnya.

Pihaknya mengatakan, Kadin Kepri realistis menjelang Pilkada Serentak 2020. Kadin, kata Maruf, menantang para figur atau calon walikota Batam membuat kontrak politik untuk meningkatka pertumbuhan ekonomi Batam, Provinsi Kepri.

“Kami tantang para calon walikota dan wakil Walikota Batam 2020 untuk menandatangani kontrak politik dengan Kadin. Kami siapkan formulir dan kontrak politiknya. Kami siap menerima kehadiran para calon di Kantor Kadin Kepri,” ungkapnya. 

“Hampir 5 tahun ini ekonomi kita di bawah 5 persen, di satu sisi upah buruh naik terus industri kita kolaps,” ungkapnya. (*/war)



DEWAN PERS WARTAKEPRI PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
PEMKO BATAM
DPRD BATAM
PEMKAB ANAMBAS
DPRD ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD
WIRARAJA