Wartawan, Humas Natuna Ikuti Penyuluhan Bahasa Indonesia





WARTAKEPRI.CO.ID – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Badan Pengembangan Bahasa dan Pembukuan Kantor Bahasa Kepulauan Riau (Kepri) melaksanakan Penyuluhan Bahasa Indonesia Dalam Jurnalistik bagi Humas, Kominfo, dan Wartawan. Kegiatan selengarakan di Natuna, 29 – 1 November 2019.

Adapun narasumber dalam kegiatan ini terdiri atas, Faisal Gazali dari Kantor Bahasa Kepulauan Riau, Ovi Soviaty Rivay, dari Badan Bahasa dan Perbukuan Kemendikbud, serta wartawan Kantor Berita Antara Perwakilan Kepri, Evi Ratnawati Syamsir.

Zuryetti Muzar selaku panitia pelaksanaa mengatakan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menyampaikan penggunaan bahasa yang baik sesuai Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) sebagai pengganti dari Ejaan yang Disempurnakan (EYD).

“Sehingga Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) tak dipakai lagi dalam penggunaan bahasa pada media masa,” ungkap Zuryetti Muzar, Kepala Kantor Bahasa Kepri, usai penyuluhan Bahasa.

Dia mengatakan, masih banyak sekali saat ini penggunaan tata bahasa yang kurang sesuai dengan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Sedangkan Penasehat PWI Natuna, Ramyulis Piliang sangat mengapresiasi adanya kegiatan penyuluhan tersebut.

Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat bermanfaat dan menambah wawasan insan pers, khususnya di wilayah Natuna.

“Selain materi yang berkaitan dengan jurnalistik, kita juga dapat bekal ilmu bagaimana penulisan berita sebaik mungkin menurut aturan aturan kebahasaan,” lanjutnya.

Masih kata Mantan Ketua PWI Natuna itu berharap, kedepan dilain waktu dapat menjadwalkan khusus untuk seluruh wartawan Natuna untuk dapat pembekalan yang sama, sebab kata Piliang dari sekitar 70 wartawan yang ada di Natuna saat ini,

“Baru 8 orang dapat kesempatan untuk ikut,” sebut Piliang.

 

Senada, disampaikan Riky, merupakan pemerhati sosial Natuna, juga pewarta berpesan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan maupun Badan Pengembangan Bahasa dan Pembukuan Kantor Bahasa Kepulauan Riau (Kepri) untuk terus menyosialisasikan perkembangan bahasa Indonesia kepada para jurnalis. “Sebab karya jurnalistik seorang wartawan akan mempengaruhi opini masyarakat,” sebutnya.

“Kegiatan ini dirasakan sangat baik menambah penegetahuan para peserta dalam dalam menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar,” tutupnya.(Dn)



PKP DREAMLAND
FANINDO
DEWAN PERS WARTAKEPRI

PEMPROV KEPRI
PEMKO BATAM
PEMKAB ANAMBAS
DPRD ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD
WIRARAJA