WARTAKEPRI.CO.ID – Wakil Bupati Kabupaten Natuna Hj Ngesti Yuni Suprapti bersama Pengurus Ikatan Keluarga Kalimantan Barat (IKKB) Natuna jalin silaturahmi ke Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) Selasa, (12/11/2019).
Rombongan Pemerintah Kabupaten Natuna selama dua hari di Kota Khatulistiwa disambut baik terjalin erat komunikasi dua institusi pemerintah.
Menurut rilis Rabu, (13/11/2019). kujungan kerja Pemda Natuna ke Pemrov Kalbar mencatat berapa agenda disampaikan.

Hari pertama, Silaturahmi di Kabupaten Kubu Raya, rombongan Wakil Bupati Natuna disambut oleh wakil Bupati Kubu Raya, Sekda, Asisten pemerintah dan OPD terkait.
Dalam dialog bersama Wakil Bupati Kubu Raya, Dede M Ramli Ketua dari Perwakilan IKKB Natuna mengutarakan persoalan yang menyangkut warga Kalimantan Barat di Natuna.
Dede Mengatakan, Diantaranya masalah kelancaran transportasi udara maupun transportasi laut untuk masyarakat Natuna di Klabar maupun masyarakat Kalbar di Natuna.
Dede juga menambahkan, persoalan Umen trafiking yang terjadi di Natuna terutama pekerja anak di bawah umur dan para pekerja lainnya yang tidak mempunyai tanda pengenal (KTP) warga Kalimantan Barat.
Sementara, Wabub Natuna dalam pengantar dialognya mengharap kerjasama dengan Provinsi Kalbar untuk memperlancar transportasi laut khususnya sabuk Nusantara 36 agar menyinggahi pelabuhan Penagi.
Negesti juga berharap transportasi udara pesawat Herkules tetap dapat membawa Masyarakat Natuna maupun Pontianak.
“Kita mengharapkan ada transportasi alternatif selain Herkules (PAUM) bisa membuka jalur dari dan menuju Kalbar,” ujar Dede M Ramli, Ketua IKBB Natuna.
Dede juga berharap, agar Pemkab Kubu raya atau Pemprop Kalbar bisa berkunjung ke Natuna untuk bertemu dengan warga Kalbar baik yang sedang menetap maupun perantau untuk memberikan pencerahan dan melakukan kegiatan positif.
“Kita warga perantau Kalbar di Natuna, sudah memulai mengisi kegiatan positif diantaranya kegiatan musik sahur Romadhan bekerjasama dengan disparbud Kabupaten Natuna serta agenda sosial lainnya,” sebut Dede.
“Alhamdulilah even musik sahur sudah manjadi kalender pariwisata Natuna,” ujar Dede.
Sementara tanggapan dari Pemkab Kubu Raya dan Pemprop Kalbar dalam diskusi tersebut berjanji akan membahas lebih lanjut terkait usulan serta masukan dari Pemerintah Kabupaten Natuna.
Untuk lalulintas laut kapal sabuk Nusantara 36 akan singgah di Penagi.
Transportasi udara sudah ada wacana serta konkret penerbangan perintis Paloh -Natuna. Paloh – Tembelan, tinggal menunggu kelengkapan administrasi dan bandara tembelan.
“Insha alloh tahu 2020 bisa terealisasi dan mohon kerjasamanya dengan Kabupaten Natuna dalam pendukung percepatan kegiatan ini,” kata Manto Kadis Perhubungan Kalbar dalam pengantar dialog.
Sementara dari Dinsos dan dinas PPA Kab. Kubu Raya maupun Pemprov Kalbar membuka lebar komunikasi dengan pemkab Natuna untuk menyelesaikan permasalahan uman trafiking dan pekerja yang bermasalah serta membangun komunikasi ekonomi.
Dalam catat itu, Diharapkan Natuna mendirikan shelter bagi orang terlantar untuk melindungi proses tahapan bagi para korban.
Juga membuka komunikasi dengan pemkab / pemkot di wilayah Kalbar dimana asal korban atau pekerja.
Kepada IKKB Natuna diharapkan aktif berkomunikasi dengan Pemprop Kalbar untuk menyelesaikan segala permasalahan warga Kalbar yang ada di Natuna.
Dalam pertemuan itu Pemprop Kalbar akan mendukung dan membantu terhadap permasalan yang terjadi bagi warga Kalbar di Natuna.
Usai pertemuan bersama unsur Pemerintahan Kalimantan Barat, Wabub Ngesti di temani Wakil Ketua 1 DPRD Natuna mengelar silaturahmi bersama masyarakat perantau Natuna yang berada di Kalimantan Barat. Tampak terlihat Pengusaha Mie Tiaw Bang Khairul atau akrab disapa Yul mendampingi perbincangan bersama Daeng Ganda.(Rky)

























