Home Internasional Reynhard Sinaga WNI Asal Indonesia Perkosa 190 Pria di Inggris, Kasus Pemerkosaan...

Reynhard Sinaga WNI Asal Indonesia Perkosa 190 Pria di Inggris, Kasus Pemerkosaan Terbesar Dalam Sejarah Inggris

PANBIL MALL   Grand Mercure Batam

WARTAKEPRI.CO.ID, Reynhard Sinaga (36), seorang mahasiswa asal Indonesia harus pasrah terhadap hukuman seumur hidup yang akan diterimanya atas kasus pemerkosaan terhadap 190 orang pria di Mancheste, Inggris. Pria 36 tahun asal Jambi tersebut mendadak menjadi perbincangan publik setelah terbukti bersalah atas kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual terhadap 48 pria di Manchester, Inggris. Reynhard telah menjalani empat tahap persidangan, diputuskan bersalah dan divonis hukuman seumur hidup.

Reynhard atau Rey sapaan pria tersebut lahir di Jambi, 19 Februari 1983 dan merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Reynhard meraih gelar S1-nya di Universitas Indonesia dengan jurusan Arsitektur. Usai menyelesaikan studinya di UI, Reynhard kemudian melanjutkan studi S2 di Manchester University dengan jurusan sosiologi pada 2007.
Dilansir melalui Kumparan.com, Reynhard melanjutkan studinya di University of Leeds untuk gelar PhD dalam studi Human Geography. Ia juga diketahui tengah menulis tesis yang berjudul ‘Sexuality and Everyday Transnationalism in South Asian Gay and Bisexual Men in Manchester’. Reynhard meneliti Gay Village di Manchester untuk tesisnya, dan bahkan mereview sebuah buku yang membahas bagaimana gay yang berasal dari luar negeri dapat masuk ke dalam komunitas gay.

Sebagaimana diketahui, Reynhard diduga telah memperkosa setidaknya 190 pria. Namun, hanya 48 orang yang baru terbukti. Selain melakukan pemerkosaan, Reynhard juga melakukan perekaman atas aksinya melalui telepon genggamnya.
Dilansir melalui CNN, pada 2 Juni 2017 pria yang akrab disapa Rey itu dilaporkan memperkosa seorang pria di apartemennya. Dia membawa pria tersebut ke apartemen lalu membius lewat minuman. Setelah korban kehilangan kesadaran, Rey langsung melakukan aksi tersebut. Untungnya korban sadar lebih cepat dan terkejut melihat Rey dalam keadaan tanpa busana, dan berusaha melawan.
Rey terluka dan dibawa ke rumah sakit. Korban kemudian diinterogasi oleh polisi dan ditangkap karena dicurigai melakukan penyerangan. Ketika perkelahian terjadi, korban sempat mengambil ponsel Rey. Dari situlah kemudian hal tersebut mulai terkuak. Penyidik memeriksa ponsel Rey dan menemukan beberapa video pemerkosaan. Polisi kemudian menelusuri para korban. Identitas mereka terungkap lewat profil akun Facebook yang diunduh Rey di ponselnya. Ada juga yang terlacak lewat barang-barang yang dicuri oleh Rey. Termasuk SIM, kartu identitas, dompet dan jam tangan.
Dilansir melalui CNN dan Kumparan.
Google News WartaKepri Banner DPRD Batam 2026

WhasApp