KIA Marak di Perairan Anambas, Presiden Jokowi Diharapkan Berkunjung ke Anambas

199
Harris Day Batam

WARTAKEPRI.co.id, ANAMBAS – Nelayan Anambas lakukan diskusi ringan dengan Ketua KNPI Kecamatan Jemaja, tentang maraknya Kapal Ikan Asing (KIA) yang melakukan penangkapan Ikan di Wilayah Laut Natuna Utara, tepatnya di daerah Pengeboran Minyak milik Blida dan Primier Oil. Rabu, 8/1/2020.

Mudahir Ketua KNPI Kecamatan Jemaja mengatakan bahwa dirinya berdiskusi dengan Nelayan Lokal di Jamaja yang mengatakan bahwa sejak turunnya Ibu Susi Pudjiastuti sebagai Menteri Perikanan semakin banyak pula Kapal Ikan Asing yang melakukan penangkapan Ikan di wilayah Laut Natuna Utara (Anambas) seperti di daerah Pengeboran Minyak milik Blida dan Primier Oil dengan titik koordinat N.04.104 S.03.51.99.49 sekitar 80 Mile dari Pulau Jemaja.

“Saya berharap agar Pemerintah Pusat jangan fokus kepada Kabupaten Natuna saja, akan tetapi juga agar memperhatikan perairan Kabupaten Kepulauan Anambas, karena Kabupaten Kepulauan Anambas bagian dari NKRI” ucap Mudahir.

Kenapa demikian karena kami masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas juga merindukan sosok Presiden Republik Indonesia Bapak Ir. Joko Widodo berkunjung ke Kabupaten Kepulauan Anambas, jangan ke Natuna saja, apakah harus ada konflik terlebih dahulu baru mau berkunjung.ucapnya penuh harapan.

Tidak hanya KNPI Kecamatan Jemaja saja, bahkan seluruh elemen masyarakat Kepulauan Anambas juga pasti berharap Presiden Jokowi untuk berkunjung ke wilayah Anambas dengan kita ketahui bersama bahwa Wakil Presiden RI terakhir mengunjungi Anambas adalah Wakil Presiden Muhammad Hatta dan itu sudah Puluhan tahun silam.

Polling Jelang 9 Desember 2020 Pilkada Kepri

Saya secara pribadi dan mewakili Pemuda sangat berharap penuh BapakbPresiden Jokowi bisa berkunjung di Kabupaten Kepulauan Anambas karena Anambas juga memiliki pulau terluar khususnya di Kecamatan Jemaja Barat yaitu pulau Mangkai, yang mana Pulau Mangkai ini merupakan jalur lintas Internasional sehingga disini tentunya berpotensi terjadinya konflik kepentingan.

Pulau Mangkai sebagai jalur pelayaran internasional dapat dilihat dari banyaknya kapal kapal tangker yang melintas diseputaran perairan pulau mangkai, menurut saya jika pulau Mangkai di bangun lebih baik atau dijadikan sebagai titik labuh atau singgah kapal kapal ini juga akan menjadi sumber pendapatan Negara Republik Indonesia.tutupnya. (Rama).

Komentar Anda

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO DPRD ANAMBAS DPRD KARIMUN