Satgas Pangan Polri Mulai Pantau Harga Sembako, Ada Denda Rp 50 M Bagi Pedagang Nakal

321
Kepala Satgas Pangan Polri Daniel Tahi Monang

WARTAKEPRI.co.id, JAKARTA – Paska diumumkan dua suspect positif Virus Corona di Jakarta, telah berdampak pada paniknya sejumlah warga di Jakarta dengan membeli sembako dalam jumlah banyak melebih kebutuhannya. Untuk mengantisipasi agar tidak ada permainan harga dan kenaikan harga, Satgas Pangan Polri menghimbau kepada seluruh pedagang bahan pokok agar tak mempermainkan harga.

” Jika tak ikuti aturan, ancaman pidana berupa kurungan penjara hingga denda Rp 50 miliar siap dijatuhkan. Kita kenakan Undang-Undang Penimbun, UU Perdagangan apabila mereka menyalahgunakan situasi ini. Sanksinya ada penjara ada sanksi denda. Denda ada yang Rp 50 miliar,” ujar Kepala Satgas Pangan Polri Brigjen Pol Daniel Tahi Monang di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (3/3/2020).

Dikutip dari laman merdeka.com Adapun regulasi sanksi tersebut telah diatur dalam Pasal 107 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Dalam pasal tersebut, pemerintah dapat mempidana penimbun barang saat terjadi kelangkaan dengan ancaman penjara paling lama 5 tahun atau denda maksimal Rp 50 miliar.

Selain sanksi pidana dan denda, pedagang yang nakal juga secara administratif izin usahanya bisa dicabut. Pemberian sanksi tersebut akan dikoordinasikan dengan Kementerian Hukum dan HAM.

Tak hanya di pasar tradisional, pemantauan juga dilakukan di ranah online. Daniel menyatakan, Satgas Pangan saat ini terus memantau pergerakan harga di pasar online saat isu virus corona tengah kencang.

“Nanti untuk pedagang online kita sedang lakukan pendataan, karena ini sifatnya sangat tersebar di seluruh Nusantara. Kia deteksi akun-akun atau orang yang berdagang melalui media sosial. Tunggu waktunya, karena ini tidak semudah yang diperkirakan,” tuturnya.

Namun begitu, sejauh ini pihaknya belum menemukan adanya pelanggaran berarti baik di pasar tradisional maupun online.

“Kita terus melakukan penjagaan di pusat-pusat perbelanjaan, pusat-pusat penjualan, retail, dan segala macam agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Dan sampai dengan saat ini laporan yang masuk ke kami tidak ada hal-hal yang signifikan terjadi di wilayah. Semua sekarang ini berjalan dengan normal,” pungkasnya.

Sumber: Liputan6.com/Merdeka.com

DEWAN PERS WARTAKEPRI

FANINDO

FANINDO

PKP HIMALAYA