India Dianggap Terburu Buru Lockdown, Terjadi Kekacauan dan Kekurangan 70 Ribu APD – WartaKepri
650 views

India Dianggap Terburu Buru Lockdown, Terjadi Kekacauan dan Kekurangan 70 Ribu APD

Sumber : Antara Foto/IdnTimes.com

PKP DREAMLAND

WARTAKEPRI.co.id, INDIA – Kebijakan lockdown yang diterapkan pemerintah India untuk mencegah penyebaran COVID-19 dilaporkan berlangsung kacau. Media Al Jazeera melansir bahwa masalah ditimbulkan karena kelaparan, kurangnya alat pelindung diri (APD) dan ventilator, serta pekerja migran yang terabaikan.

Sebelumnya, Perdana Menteri India, Narendra Modi mengumumkan penerapan lockdown selama 21 hari sejak Selasa (24/3/2020) lalu. Lockdown dilakukan untuk menahan penyebaran virus COVID-19 di negara dengan populasi terbanyak kedua di dunia.

India melaporkan kasus pertama virus corona pada 30 Januari 2020 lalu. Angka orang terinfeksi kemudian meningkat cepat. Sejauh ini, lebih dari 700 orang terinfeksi dengan catatan 17 di antaranya meninggal dunia.

Kekurangan Jumlah APD

Laporan Al Jazeera menyebutkan bahwa tenaga medis di India menghadapi kekurangan peralatan APD, menyusul kasus COVID-19 yang terus meningkat. Kekurangan termasuk pada stok masker N-95.

Sebagian pihak menganggap pemerintah India terburu-buru, padahal WHO telah mengingatkan sejak Februari lalu agar memproduksi alat pendukung bagi staf medis.

Di samping APD, ketersediaan ventilator juga terbatas di India. Di negara itu terdapat sekitar 100 ribu ventilator, yang sebagian besar dimiliki rumah sakit swasta dan telah digunakan oleh pasien kritis.

India disebutkan memerlukan sedikitnya 70 ribu ventilator lagi, namun pada Jumat (27/3), pemerintah India hanya memesan 10 ribu ventilator baru.

Terjadi Sejumlah Kekacauan

Menurut Associate Professor di Institut Manajemen India Ahmedabad, Reetika Khera, pidato pemberlakuan lockdown yang disampaikan perdana menteri justru menciptakan kepanikan di tengah masyarakat.

Reetika juga menyebut pemerintah salah menangani lockdown dan banyak melakukan kekerasan. Lockdown juga menyebabkan penutupan layanan kesehatan dan membuat pasien dengan penyakit lain kini terdampar tanpa perawatan.

Menghindari terjadinya kelaparan di tengah kekacauan ini, pemerintah India telah mengumumkan adanya paket stimulus fiskal sebesar $23 miliar.

India diketahui memiliki program kesejahteraan yang ditujukan bagi penduduk miskin. Pemerintah tampaknya menggunakan layanan tersebut untuk menyediakan transfer uang tunai dan makanan secara langsung.

Sayangnya, dilansir dari Aljazeera.com, 85 persen penduduk India yang bekerja di sektor informal dan migran justru tidak memiliki akses ke layanan ini.

Nasib Pekerja Migran India Terabaikan

Cara pemerintah India yang hanya memberikan jarak empat jam ketika pemberitahuan lockdown dilakukan menimbulkan kekhawatiran dari Gerakan Kesehatan Rakyat.

“Yang benar-benar mengkhawatirkan adalah migrasi besar-besaran yang telah dimulai di seluruh negeri,” kata Sundaraman dari gerakan Kesehatan Rakyat seperti dikutip dari Aljazeera.com.

“Lockdown seharusnya dilakukan secara bertahap. Orang tidak boleh terlantar tanpa pendapatan, tanpa pekerjaan,” lanjut dia.(*)

Sumber : idtimes.com/Aljazeera.com

Komentar Anda



FANINDO
DEWAN PERS WARTAKEPRI

PEMPROV KEPRI
DPRD BATAM
PEMKO BATAM
DPRD ANAMBAS
PEMKAB ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
DPRD KARIMUN
PEMKAB KARIMUN
DPRD LINGGA
PEMKAB LINGGA