Penjual Kelapa di Tarempa Merugi Ratusan Ribu Rupiah, Ini Harapannya – WartaKepri
410 views

Penjual Kelapa di Tarempa Merugi Ratusan Ribu Rupiah, Ini Harapannya

PKP DREAMLAND

WARTAKEPRI.CO.ID, Anambas – Dampak dari tidak diperbolehkannya warga berkerumunan di luar rumah dan tempat tempat keramaian seperti di pasar salah satunya, pedangan kelapa parut ini mengalami kerugian ratusan ribu rupiah per harinya. Minggu, 29/3/2020.

Doni (35) pemilik toko kelapa parut di pasar Tarempa mengatakan bahwa sudah satu Minggu belakangan ini dirinya mogok, namun apa mau dikata walaupun Wabah Covid-19 melanda kami tetap harus buka toko untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, dan untuk memenuhi angsuran ke Bank, dan juga kepada pemerintah daerah melalui Disprindagkop Kabupaten Kepulauan Anambas untuk angsuran tokonya.

“Saya minta kelonggaran karena perbulan kami harus bayar ke Bank, dan sempat juga saya dengar kalau ada isu Pasar mau di tutup, jadi bingung juga mau gimana” ucapnya.

Biasanya kami bisa meraup 500 ribu sampai 600 ribu per harinya, dengan adanya larangan untuk warga keluar dan berkerumunan di luar, omset kami jadi menurun, saat ini 60 ribu sampai 100 ribu saja perharinya, begitu juga biasanya hanya butuh satu trip kapal saja (seminggu) kelapa kelapa yang berada di toko sudah bisa habis.” Ucapnya.

Untuk kelapanya sendiri ia datangkan dari Pulau Midai salah satu pulau yang ada di Kabupaten Natuna, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Anambas, Pemerintah menyuruh kita untuk berdiam diri dirumah, tetapi tidak ada solusi dari pemerintah, gimana kalau kita disuruh diam dirumah, sementara penghasilan kita dari sini (pasar).ucapnya iba.

Ia berharap agar pemerintah daerah melalui Disprindagkop Kabupaten Kepulauan Anambas memberikan bantuan keringanan angsuran toko yang per bulannya 129.000 ribu yang wajib ia bayarkan, begitu juga ia harapkan kepada pihak Bank, melalui pemerintah pusat yang disampaikan oleh bapak presiden di telivisi bahwasanya ada penundaan angsuran bagi masyarakat yang memiliki angsuran di Bank yang ada di Indonesia, ya semoga hal itu juga bisa dirasakan oleh kami pedagang kecil, mengingat dirinya juga ada angsuran di Bank BRI Cabang Tarempa. Ucapnya.

Jangankan untuk menyetor ke Bank, kami aja nombok lantaran kelapa tidak laku terjual, dan banyak busuk, hampir 3 karung sudah tidak bisa dipergunakan lagi, saya juga belum bisa mengatakan berapa kerugian yang saya rasakan, lantaran belum diketahui ada berapa lagi kelapa yang akan busuk, lantaran pembeli tidak ada.tutupnya.(Rama).

Komentar Anda



FANINDO
DEWAN PERS WARTAKEPRI

PEMPROV KEPRI
DPRD BATAM
PEMKO BATAM
DPRD ANAMBAS
PEMKAB ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
DPRD KARIMUN
PEMKAB KARIMUN
DPRD LINGGA
PEMKAB LINGGA