WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Forum Pengusaha Pribumi Indonesia (FORPPI) Kota Batam menyampaikan rasa kecewa kepada Pemko Batam dan DPRD Kota Batam yang tidak menghentikan pembukaan toko baru minimarket waralaba di Batam.
Dalam dua bulan terakhir, dalam pantauan FORPPI, setidaknya terlihat ada dua gerai baru dibuka, satu di daerah Ruko Orchad Suite Batam Centre dan satu lagi di komplek Ruko Lotus di daerah Marcelia.
Menurut Ketua FORPPI Batam, Mohammad Noer, disaat situasi ekonomi yang kurang baik akibat Covid-19, seharusnya usaha kerakyatan yang di kedepankan.
“ Kami mengecam adanya dua gerai baru minimarket waralaba disaat ekonomi terpuruk, seharusnya ekonomi kerakyatan yang diutamakan Pemko,” tegas Noer.
Menurut pengusaha muda ini, Pemko ingkar janji karena sebelumnya Walikota sudah berjanji menghentikan pendidian toko baru dua gerai raksasa tersebut.
“Katanya mau nyetop pendirian wararalaba tersebut, tetapi faktanya terus menjamur, Forum Pengusaha Pribumi Indonesia akan menyurati Pemko dan DPRD untuk sesegera mungkin mengevaluasi jumlah minimarket baru di Batam,” ujarnya.
FORPPI menurut Noer, sangat concern dengan persoalan ini karena dari awal FORPPI fokus ke ekonomi kerakyatan menuju pemerataan ekonomi yang berkeadilan.
FORPPI menegaskan bahwa ekonomi kerakyatan jangan sampai terlindas habis oleh waralaba besar. “Saya sangat marah dan kecewa, kok bisa domain ekonomi kerayatan direbut ekonomi kapitalis,” ujarnya kecewa.
FORPPI meminta Walikota agar usaha seperti ini dikelola rakyat kecil terutama bagi mereka yang terdampak Covid-19 atau terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
“Seharusnya ini dikelola warga Batam yang suaminya kena PHK, istrinya bisa buka kedai-kedai didepan rumahnya tapi mana mungkin bersaing dengan dua minimarket waralaba itu,” tambah Noer.
Selain menuntut penghentian, FORPPI meminta DPRD mengawasi apa yang dijanjikan Walikota sebelumnya bahwa tidak akan memberi izin baru bagi dua waralaba besar di Indonesia seperti Indomaret dan Alfamart.(*)
Sumber : Rilis Forppi






























