Tim Bison Satreskrim Karimun Tetap Pantau Napi yang Bebas ditengah Pandemi Covid-19

421

WARTAKEPRI.CO.ID, KARIMUN – Tim Bison Sat Reskrim Polres Karimun terus melakukan upaya monitoring terhadap mantan narapidana (Napi) yang bebas atau masih asimilasi.  Hal itu dilakukan sejak Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) mengeluarkan kebijakan percepatan pembebasan tahanan yang telah menjalani 2/3 dari masa tahanan dan berkelakuan baik terkait pandemi virus Corona (Covid-19).

“Informasi dan data yang diterima kami tindak lanjuti dengan melakukan monitoring napi yang bebas atau asimilasi,” terang Kasat Reskrim Polres Karimun AKP Herie Pramono, Rabu (29/4/2020).

Dirinya menjelaskan, setiap anggota Serse memiliki tugas dan tanggung jawab untuk melakukan pantauan terhadap situasi kamtibmas di wilayah kediamannya atau tempat lain yang ditunjuk penugasannya diluar tugas rutin penyelidikan dan penyidikan.

“Diharapkan agar masyarakat positif menerima para napi yang bebas atau asimilasi untuk bersosialisasi di tengah-tengah masyarakat, sekaligus dapat melaporkan kepada kepolisian jika ada perbuatan mereka yang meresahkan dan berbuat pidana,” ungkapnya.

Menurut perwira yang pernah bertugas di Polres Kuningan Jawa Barat ini, aparat kepolisian khususnya Polres Karimun akan menindak tegas para napi yang bebas (asimilasi), yang melakukan kejahatan kembali apalagi ditengan situasi pandemi virus Corona saat ini.

“Satgas Gakkum Operasi Aman Nusa II Seligi 2020 sendiri telah melaksanakan penyelidikan terhadap pelaksanaan asimilasi dirumah Aditya Prasetyo alias Ganang, Narapidana Rutan Kelas II Tanjungbalai Karimun, yang beralamat di Kampung Baru, RT.004, RW.003 Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun,” pungkasnya.

Herie menambahkan, satuan tugas juga melaksanakan penyelidikan terhadap pelaksanaan asimilasi di kediaman Surianto, napi kelas II B Tanjungbalai Karimun, di Kampung Pantai Indah, RT.03, RW.04 Desa Pangke, Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun. Serta asimilasi di rumah Muhammad Nur Syawal Narapidana Rutan Kelas II Tanjungbalai Karimun, yang terletak di Perumahan Griya Praja RT.03, RW.04 Teluk Uma, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.

“Ketiga narapidana asimilasi dirumah berada sesuai dengan tempat asimilasi yang telah ditentukan,” imbuhnya.

Sementara itu ditempat terpisah, Kepala Rumah Tahanan Negara (Karutan) Kelas II B Tanjungbalai Karimun, Dody Naksabani, melalui Sub Seksi Pelayanan Rutan Kelas II B Tanjungbalai Karimun Novi Irwan mengatakan, sampai dengan saat ini, Rutan Kelas II Tanjung Balai Karimun telah membebaskan sebanyak 84 Warga Binaan, yang terdiri dari 75 Napi dewasa dan 9 orang anak didik Pemasyarakatan (Andikpas).

“Melalui program asimilasi rumah sesuai Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 10 Tahun 2020,” ujarnya.

Novi berharap, dengan warga binaan yang kita bebaskan tersebut kedepannya dapat kembali ke jalan yang benar dan tidak akan mengulangi perbuatan melanggar hukum lagi.

“Dengan seperti ini, diharapkan agar para napi dapat diterima oleh masyarakat dan dapat menjalani kehidupan dengan lebih baik lagi,” ujarnya.

Hal itu sesuai dengan surat edaran (SE) Dirjen Pemasytarakatan No Pas 497.PK.01.04 tahun 2020 tentang pengeluaran dan pembebasan napi dan napi anak melalui asimilasi dan integrasi dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran covid-19/31 Maret 2020.

Reporter : Aziz Maulana

DEWAN PERS WARTAKEPRI

FANINDO

PKP HIMALAYA