Profil Panglima TNI Almarhum Jenderal TNI Purnawirawan Djoko Santoso

398
Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso. Foto Antara/Bisnis
Harris Day Batam

WARTAKEPRI.co.id – Mantan Panglima TNI Jenderal Purn Djoko Santoso menghembuskan napas terakhirnya pada hari ini, Minggu (10/5/2020). Ia meninggal dunia usai menjalani perawatan selama beberapa hari di RSPAD Gatot Soebroto.

Diketahui, Djoko Santoso tengah menjalani perawatan pasca-operasi karena mengalami pendarahan di otak. Kabar meninggalnya pun disampaikan oleh anggota DPR Fraksi Gerindra, Habiburokhman.

“Innalillahi wa innailaihi rajiun telah berpulang ke Rahmatullah Bapak Djoko Santoso bin Djoko Suyono. Semoga amal ibadah beliau diterima oleh Allah SWT,” jelas dia saat dikonfirmasi.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Kolonel Inf Nefra Firdaus dalam keterangan persnya di Jakarta, jenazah almarhum dibawa ke rumah duka yaitu di Jalan Bambu Apus Raya, Nomor 100, RT 12/RW 3, Bambu Apus, Kec. Cipayung, Jakarta Timur.

Selanjutnya, jenazah diberangkatkan dari rumah duka pada pukul 13.00 WIB menuju pemakaman Sandiego Hills, Karawang Jawa Barat. Upacara pemakaman secara militer sekitar pukul 14.00 WIB.

Polling Jelang 9 Desember 2020 Pilkada Kepri

“Selain Kasad, hadir para pejabat teras TNI / TNI AD, para mantan Kasad, para purnawirawan Pati TNI, keluarga, kerabat dan sanak keluarga serta para pelayat memberikan penghormatan terakhir dan mendoakan agar almarhum Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso diterima disisi-Nya dan husnul khotimah,” ujar Nefra.

Sosok yang tegas dan perhatian terhadap para prajurit ini meninggalkan seorang istri yaitu Angky Retno Yudianti dan 2 orang anak yaitu Andika Pandu Puragabaya dan Ardhya Pratiwi Setiowati.

Berikut Perjalanan Karir Djoko Santoso

1. Pendidikan
Djoko menempuh pendidikan sekolah tinggi menengah di SMAN 1 Surakarta. Kemudian, pria yang lahir pada 8 September 1952 ini mendaftar ke Akademi Militer dan lulus di tahun 1975. Selepas itu, ia aktif menjadi seorang TNI dan berdinas di Kostrad. Ada banyak posisi yang ia pegang sebelum menjadi panglima TNI.

2. Karier
Nama Djoko Santoso semakin bersinar saat ia menjabat sebagai Komandan Yonif Linud 330/Kostrad di tahun 1990. Setelah itu ia juga pernah menjadi Assospoldam Jaya di tahun 1995 hingga Panglima Kodam Jaya pada tahun 2003. Di tahun 2005, ia naik jabatan menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat. Setelah itu, di tahun 2007 dipercaya menjadi Panglima TNI di masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hingga tahun 2010.

3. Gabung Gerindra
Selepas pensiun dari dunia militer, Djoko diketahui bergabung dengan Partai Gerindra di tahun 2015. Bahkan, ia masuk ke dalam struktur dewan pembina partai. Pada pemilu 2019 kemarin, ia juga dipercaya menjadi Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

4. Mantan Kepala PBSI
Selain aktif dalam dunia militer dan politik, ia diketahui pernah menjabat sebagai Ketua Umum PBSI. Kala itu ia menjabat selama 4 tahun dari 2008 hingga 2012.

5. Meninggal Dunia
Djoko meninggal dunia usai menjalani perawatan di RSPAD Gatot Subroto pasca-operasi pendarahan di otak. Untuk mengenang kepergian Djoko, TNI akan mengibarkan bendera setengah tiang di seluruh jajaran TNI Angkatan Darat. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Kolonel Inf Nefra Firdaus dalam keterangan persnya.

“Sebagai bentuk penghormatan dan rasa dukacita yang mendalam atas kepergian almarhum Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso, seluruh satuan jajaran TNI/TNI Angkatan Darat mulai hari ini mengibarkan bendera setengah tiang,” jelasnya.(*)

Sumber : detik/Net
Editor : Dedy Suwadha

Komentar Anda

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO DPRD ANAMBAS DPRD KARIMUN